Categories: Pekanbaru

Mupel Germasa GPIB Akan Hadirkan Menteri LHK

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengurus Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Pekanbaru akan menggelar Konsultasi Sinodal Ekologi di Kota Pekanbaru. Digelar tanggal 6-9 Juni 2024, kegiatan di antaranya diisi dengan diskusi panel dengan target keynote speaker Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya.

Hal ini disampaikan Panitia Pelaksana kegiatan yang dirajut Musyawarah Pelayanan Gereja Masyarakat dan Agama (Mupel Germasa) saat berkunjung ke Riau Pos, Jumat (24/5).

Hadir dalam kunjungan ini Ketua Panitia Pelaksana Widargo, Ketua Litbang GPIB Imanuel Pekanbaru Abel Gultom dan Sekretaris GPIB Imanuel Pekanbaru Kristiyono. Sejumlah pengurus juga hadir, termasuk RHR Dodi Sarjana, Hotma Sitohang dan Ruth Selvy Vania. Mereka disambut Direktur sekaligus Pemimpim Redaksi (Pemred) Riau Pos Firman Agus.

Widargo pada kesempatan itu menyampaikan, selain Menteri LHK, dalam dua diskusi lainnya pihaknya juga akan menghadirkan Kapolda Riau, Pemprov Riau hingga Muhammadiyah. Diskusi penyelamatan lingkungan ini juga akan melibatkan Walhi Riau dan juga aktivis lingkungan.

Diskusi itu di antaranya membahas implementasi green policy dan pembangunan ekologi berkelanjutan di Riau dan juga Konsolidasi menuju gereja misional-ekologis.

“Salah satu tujuan kegiatan ini adalah mengaktualitasasikan ekoteologi yang berkelanjutan dalam konteks wilayah pelayanan GPIB, implementasi dan integrasi ekoteologi kepada green policy GPIB sebagai komitmen gereja terhadap isu lingkungan. Ini sudah kita mulai lebih dulu dari rumah sendiri, gereja,” kata Widargo.

Menurut Widargo, GPIB Jemaat Immanuel Pekanbaru itu mencapai 300 gereja. Kegiatan ini, kata dia, berupaya melakukan gerakan perubahan untuk lingkungan hidup yang lebih baik, setidaknya di gereja. Itu sudah dimulai dengan meninggalkan penggunaan air minuman dalam kemasan setiap kegiatan di gereja.

“Dalam upaya ini kita mendatangi Riau Pos yang memiliki jangkauan dan dampak yang lebih kuat. Bahkan kita siap dengan narasumber ahli di bidang lingkungan untuk Riau Pos,” ujarnya.

Kehadiran mereka sore itu disambut baik Firman Agus di ruang rapat redaksi Riau Pos di Lantai 3 Graha Pena Riau. Menurutnya, semangat menjaga lingkungan GPIB sejalan dengan kebijakan Riau Pos yang pro lingkungan.

“Kalau boleh jujur isu lingkungan bukan bisnis yang menarik bagi perusahaan media. Tapi Riau Pos sangat perhatian dengan isu lingkungan. Selain kita selalu memberikan tempat dalam pemberitaan reguler, kita juga punya halaman Pro-Lingkungan dengan konten yang mendalam untuk edisi Ahad,” katanya.

Firman Agus juga memastikan para tamunya bahwa Riau Pos siap mendukung acara yang juga diisi dengan kegiatan pengijauan tersebut. Perusahaan media terbesar di Sumatera itu, kata dia, punya komitmen tinggi terhadap lingkungan hidup.(end)






Reporter: Hendrawan Kariman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

The Zuri Hotel Pekanbaru Hadirkan Promo Intimate Wedding Awal 2026

The Zuri Hotel Pekanbaru menghadirkan promo Intimate Wedding 2026 dengan konsep elegan dan hangat, lengkap…

3 jam ago

JNE Jadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn

JNE menjadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn yang digelar 31 Januari, sekaligus…

3 jam ago

Hotel Grand Suka Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Lewat Baznas Riau

Hotel Grand Suka Pekanbaru menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam melalui Baznas Riau dari 10…

3 jam ago

Kasmarni Tinjau Dermaga Air Putih, Perbaikan Ro-Ro Jadi Prioritas

Bupati Bengkalis meninjau Dermaga Air Putih untuk memastikan perbaikan layanan Ro-Ro, sementara jadwal Ro-Ro Meranti–Tanjung…

3 jam ago

Satpol PP Tegaskan Tak Ada Jukir di Indomaret dan Alfamart Pekanbaru

Satpol PP Pekanbaru mengawasi penerapan parkir gratis di Indomaret dan Alfamart serta membuka layanan aduan…

5 jam ago

Tak Bisa Ditoleransi, Kabel Fiber Optik Berbahaya di Pekanbaru Akan Ditertibkan

Pemko Pekanbaru bersama Forkopimda sepakat menertibkan kabel fiber optik semrawut yang membahayakan keselamatan dan mengganggu…

5 jam ago