MEMANTAU LAPAK: Tim pengawasan peredaran produk hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau drh Sri Mulyati dan Dea Astrina Harefa AMd Vet memantau salah satu lapak pedagang ternak potong ayam di Pasar Palapa untuk menjamin daging berkualitas aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), beberapa waktu lalu. (SYAHRUL MUKHLIS/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau terpadu bersama Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru mengingatkan kepada seluruh masyarakat Riau agar teliti memilih daging.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Dra Med Vet Nurul Ain bersama Kepala Seksi Hygiene Sanitasi Drh Rinny Tikaso, Jumat (24/5).
“Selain mengingatkan masyarakat, pemantauan dilakukan agar masyarakat mendapatkan daging hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), terutama selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri,†ujar Nurul Ain.
Beberapa hal yang menjadi perhatian pengawasan adalah daging-daging yang tidak memenuhi syarat seperti sapi gelonggong. Praktek ini dengan pemberian air minum secara berlebihan sebelum sapi disembelih untuk meningkatkan berat badan sapi hidup. Tindakan ini menyiksa hewan ternak, daging bermutu rendah, tidak sesuai dengan kaidah kemanusiaan, etika perdagangan dan mengabaikan perlindungan konsumen.
Ciri-ciri daging sapi gelonggong yaitu kadar air tinggi sehinga permukaan daging terlihat basah dan berair. Bila digantung, air selalu menetes dari permukaan daging. Biasanya dijual dalam kondisi diletakkan di atas meja.
Pemalsuan daging sapi dengan celeng atau babi juga dapat diketahui dengan memperhatikan perbedaan warna, serat bau dan lemak kedua daging tersebut yaitu, warnanya merah pucat-pucat tua, merah muda, serat halus, sedikit lemak, konsistensi liat halus, konsistensi padat. Bau aromatis seperti sapi khas. Lemak putih, kelabu cenderung putih.
Daging ayam gelonggong, ciri-ciri biasanya dijual dalam kedaan bentuk utuh (whole chicken). Permukaan tubuh lebih tegang, mengkilap dan montok. Daging cepat busuk.
Sementara daging ayam berformalin memiliki ciri berwarna putih mengkilap, sangat kenyal, permukaan kulit sangat tegang, bau khas formalin, biasanya tidak dihinggapi lalat.
Daging ayam bangkai atau ayam tiren. Penjualan bangkai ayam sebagai ayam potong selain haram juga dikhawatirkan mengandung penyakit yang dapat menular kepada manusia.
Wako Pekanbaru Agung Nugroho serahkan bantuan Rp100 juta untuk Masjid Jami’ul Barokah saat Safari Ramadan…
Harga cabai merah keriting asal Sumbar di Pasar Rakyat Rengat turun Rp5 ribu menjadi Rp45…
Pekerjaan saya menuntut tenaga fisik yang tidak ringan, terlebih ketika harus bekerja di bawah terik…
Bupati Kampar pimpin langsung penertiban balap liar jelang subuh di Bangkinang demi keselamatan pengguna jalan.
Hari ketiga Ramadan, harga ikan, daging sapi hingga cabai di Bengkalis melonjak tajam, Pasar Terubuk…
Bazar takjil di Jalan WR Supratman Pekanbaru dipadati warga jelang Magrib, arus lalu lintas melambat.