Polisi mengevakuasi jenazah yang diduga bunuh diri di Jalan Bandung, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Sabtu (23/3/2024). (Polsek Bukit Raya untuk riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seorang ibu muda berinisial RW ditemukan gantung diri di dalam kamar kosnya di Jalan Bandung, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya pada Sabtu (23/3) pagi. Ibu rumah tangga berusia 24 tahun itu ditemukan pertama kali oleh tetangganya dalam kondisi tergantung dan sudah meninggal dunia.
Kapolsek Bukit Raya AKP Syafnil membenarkan peristiwa gantung diri tersebut. Menurut Syafnil, mayat ditemukan pertama kali oleh seorang saksi bernama Jefri (21) sekitar pukul 06.50 WIB pagi.
Penemuan mayat RW ini bermula dari kecurigaan tetangga, Jefri, yang pagi itu tidak melihatnya. Padahal, tetangga kosnya itu punya kebiasaan bangun pagi.
”Saksi Jefri kemudian menggedor pintu kamar korban dikarenakan korban tidak terlihat bangun pagi seperti biasanya. Biasa korban memasak untuk sarapan pagi setiap harinya,” kata AKP Syafnil.
Dikarenakan korban tidak menyaut panggilan, Jefri kemudian mengintip ke arah dalam kamar korban melalui lobang angin-angin pada tembok kamar. Di sana saksi melihat korban dalam keadaan tergantung dengan tali yang disangkutkan ke di plafon kamar.
”Dari pemeriksaan luar, bisa kami simpulkan sementara bahwa korban bunuh diri,’’ sebut Kapolsek.
Hasil olah tempat kejadian perkara, korban menggunakan tali plastik yang disambung dengan tali kain sandangan tas. Saat ditemukan korban menggunakan pakaian daster warna pink bercorak.
Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru tiba di lokasi pukul 7.20 WIB. Kemudian jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Riau sekitar pukul 08.50 WIB.
Adapun penyebab korban nekat bunuh diri, menurut Kapolsek karena diduga mengalami depresi. Berdasarkan keterangan saksi lainnya pada Jumat (23/3) jelang tengah malam, korban terdengar sedang berbicara dengan seseorang yang diduga suaminya. Dari pembicaraan tersebut, diduga korban dan suaminya terlibat cekcok.
”Berdasarkan keterangan saksi-saksi sementara itu, korban diduga mengalami depresi karena konflik rumah tangga,” sebut AKP Syafnil. Sementara terkait informasi yang beredar bahwa ibu muda ini sedang hamil, AKP Syafnil menyebutkan, hal itu berdasarkan pengakuan keluarga korban. Namun pihaknya belum bisa memastikan. ”Menurut keterangan keluarga korban bahwa korban hamil 5 bulanan. Namun belum tahu pasti, karena kami belum terima hasil autopsi,” tutup Kapolsek.(end)
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…