Categories: Pekanbaru

Wako Minta Proyek IPAL Digesa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) –Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT mengakui kalau pembangunan proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) memberikan dampak terganggunya berbagai bidang kehidupan masyarakat. Karena itu, dia meminta kontraktor proyek tersebut untuk segera menuntaskan pekerjaan.

Proyek pembangunan SPAL saat ini sedang berlangsung di Kecamatan Sukajadi. Pekerjaan sendiri sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Namun, ditengah berlangsungnya pekerjaan, banyak mendapatkan respon negatif dari masyarakat.

Proyek dikeluhkan masyarakat tak kunjung tuntas. Selain itu, pedagang di sekitar lokasi pembangunan pun menjerit akibat omzet mereka menurun, hingga bahkan ada pedagang yang harus gulung tikar. Sejumlah ruas jalan pun tampak rusak dan tak kunjung diperbaiki meski dibagian tersebut pekerjaan sudah selesai.

Wako Pekanbaru kepada wartawan, Jumat (24/1) mengatakan, menyampaikan penegasan agar pembangunan jangan sampai berlarut-larut sehingga dapat menimbulkan dampak yang begitu dirasakan oleh masyarakat Pekanbaru. "Kita minta pekerjaan ini segera dituntaskan. Lewat dinas PUPR kita minta supaya menggesa rekanan kerjanya yaitu satker (satuan kerja) dan kontraktor agar segera menuntaskan pekerjaan," kata Wako.

Dia menekankan, kalau pekerjaan terlalu lambat dan berlarut-larut banyak dampak yang ditimbulkan. Terlebih bagi masyarakat sekitar lokasi pembangunan SPAL. Tak ditampiknya,  kondisi seperti saat ini sangat berdampak bagi warga di lingkungan pembangunan. Seperti lesunya perekonomian warga sekitar, kemacetan, dan jalan rusak karena bekas galian IPAL. "Komandonya kan ini proyek pusat. Kalau pekerjaan nya sudah tertanam mestinya segera dituntaskan. Selain kerugian yang dirasakan oleh masyarakat, tentu kerugian juga dirasakan kontraktor, jika pekerjaan berlarut-larut," tegasnya.

Walau begitu, Firdaus memastikan dirinya melalui Dinas PUPR Pekanbaru akan menggesa kontraktor untuk segera menuntaskan pekerjaan. "Namanya pembangunan memang pasti ada dampak. Tapi kalau bisa diminimalisir," katanya.(yls)

Laporan: M ALI NURMAN
 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Jembatan Bailey di Jalan Nelayan Pekanbaru Selesai Dipasang, Kini Bisa Dilintasi Warga

Jembatan bailey sepanjang 24 meter di Jalan Nelayan Pekanbaru selesai dipasang BWS Sumatera III dan…

2 jam ago

Abdul Wahid Tetap Bantah Dakwaan KPK, Pengacara Minta Dibebaskan dari Seluruh Tuntutan

Jelang vonis kasus dugaan korupsi, Abdul Wahid tetap menyatakan tak bersalah. Pengacaranya meminta hakim menolak…

2 jam ago

Kabar Baik PPPK Paruh Waktu Meranti, Gaji ke-13 dan THR Mulai Dianggarkan

Pemkab Kepulauan Meranti mengalokasikan anggaran gaji ke-13 dan THR bagi PPPK Paruh Waktu dalam RAPBD…

6 jam ago

Semarak Hari Jadi Riau, 2.200 Pohon Bakal Ditanam di Kawasan Stadion Utama

Pemprov Riau menyiapkan senam bersama dan penanaman 2.200 pohon di Stadion Utama Riau untuk memeriahkan…

6 jam ago

Pensiunan PNS di Kampar Ditangkap atas Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Pensiunan PNS berinisial AL di Bangkinang ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah…

6 jam ago

Pemkab Inhil Mulai Verifikasi Data Pedagang Pasar Yos Sudarso Jelang Relokasi

Pemkab Inhil mulai memverifikasi data pedagang Pasar Yos Sudarso sebagai tahapan awal relokasi untuk mewujudkan…

6 jam ago