Categories: Pekanbaru

Minta Aturan Mudik Cukup dengan Prokes Saja

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tahun ini pemerintah memberi izin masyarakat untuk melakukan mudik lebaran. Beberapa persyaratan untuk bisa mudik pun dilakukan.

Namun menurut anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain, khusus untuk aturan mudik di Pekanbaru bisa diperlonggar. Ia menilai, cukup dengan hanya menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Kan ada itu aturan pemerintah untuk Jawa-Bali diwajibkan harus sudah vaksin ketiga (booster). Dan ada lagi pakai PCR 3×24 jam, dan sebagainya. Mungkin bisa diterapkan karena faktor jarak, dan juga volume masyarakat yang mudik sangat besar. Tapi kalu kita di Sumatera ini, khususnya Pekanbaru itu mudiknya ke Sumbar dan orangnya itu-itu saja. Jadi kita cukup perketat prokes saja," saran Zulkarnain kepada pemerintah untuk dapat dijadikan pertimbangan khusus, Kamis (21/4).

Dikatakan politisi PPP ini, aturan mudik Lebaran 2022 ini disebutkan belum ada yang baku. Ia menyakini akan berubah-ubah menjelang waktu ditentukan.  "Harapan kita, ada kelonggaran seperti longgarnya saat Indonesia menjadi tuan rumah helat akbar MotoGP Mandalika," harapnya.

Dia berharap, tidak hanya Pekanbaru, akan tetapi secara garis besar untuk Provinsi Riau, diharapkan cukup dengan pengetatan prokes saja. "Aturan persyaratan mudik jangan terlalu ketat lah, khusus untuk Riau," paparnya.

Zulkarnain juga menyampaikan, salah satu syarat dari Pemerintah yang sampai hari ini masih bergulir itu ialah wajib sudah vaksin ketiga. "Cukup vaksin yang 1 dan 2 itu ditambah datanya sudah update di aplikasi PeduliLindungi otomatis sudah aman. Dan untuk vaksin booster ini yakinlah masyarakat mau ikut menyukseskannya," ujarnya.(gus)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

34 menit ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

56 menit ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

1 jam ago

Buntut Video Viral Diduga LGBT, Satpol PP Pekanbaru Panggil Pengelola Kafe Laksamana Muda

Satpol PP Kota Pekanbaru memanggil pengelola Kafe Laksamana Muda dan orang-orang dalam video viral yang…

1 jam ago

Tampil di Forum CAFEO ke-44 Bandung, Plt Gubri SF Hariyanto Raih Pengakuan ASEAN Engineer

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mencatatkan sejarah sebagai Gubernur pertama di Indonesia yang meraih pengakuan…

2 jam ago

Sembunyi di Kebun Sawit DPO Kasus Sabu Ditangkap Polsek Kuantan Hilir

Polsek Kuantan Hilir berhasil menangkap seorang DPO kasus peredaran narkotika jenis sabu berinisial IF di…

2 jam ago