Categories: Pekanbaru

Jaga Asa Naik Kasta ke Liga 2

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  AS Abadi Tiga Naga bersama tiga tim lainnya akan memperebutkan tiga tempat promosi di Liga 2 musim 2020. Tiga tim yang akan menjadi lawan Tiga Naga di grup barat pada babak delapan besar yakni Persidi Aceh Timur, PSKC Cimahi dan Persekat Tegal. Babak delapan besar sendiri akan mulai dilangsungkan pada Ahad (22/12) di Stadion Siliwangi, Bandung.

As Abadi Tiga Naga bisa menjaga asa untuk bisa naik kasta ke Liga 2, setelah pada babak 16 besar Liga 3 nasional, mereka bisa mengalahkan tim 757 Kepri Jaya Fc di Stadion Tumpal Sinaga, Kamis (19/12) malam. Tiga Naga menang dengan skor tipis 1-0 melalui gol yang diciptakan Saktiawan Sinaga.

Dengan hasil tersebut, Tiga Naga berhak lolos ke babak delapan besar. Dari babak delapan besar ini, enam tim akan diambil untuk promosi ke Liga 2 musim 2020. Artinya, tinggal selangkah lagi Tiga Naga bisa tampil di kompetisi Liga 2.

Tampil di depan dukungan penuh suporter, Tiga Naga di bawah asuhan pelatih kepala Feryandes Rozialta langsung menekan pertahanan Kepri Jaya sejak menit-menit awal pertandingan. Namun kuatnya barisan pertahanan Kepri Jaya sulit ditembus oleh pemain depan Tiga Naga.

Namun demikian, meski berstatus sebagai tim tamu, tidak membuat Kepri Jaya tinggal diam. Beberapa kali Kepri Jaya berhasil membuat serangan balik cepat yang membuat barisan pertahanan Tiga Naga cukup kerepotan. Apalagi, dua pemain depan Kepri Jaya memiliki kecepatan di atas rata-rata. Namun beruntung serangan balik cepat masih bisa digagalkan kiper Tiga Naga yang tampil cemerlang malam itu.

Hingga babak pertama usai, belum ada gol yang tercipta. Kedudukan sama kuat 0-0. Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Dua tim yang punya ambisi yang sama untuk lolos ke babak delapan besar semakin ngotot bermain. Hasilnya beberapa pelanggaran terjadi hingga wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning.

Puncaknya, pada menit 70, salah satu pemain Kepri Jaya harus diusir keluar lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Ia dianggap terlalu berlebihan dalam memprotes kebijakan wasit.(sol)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Semarak Dies Natalis ke-4, UHTP Gelar Fun Walk di Pekanbaru

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…

10 jam ago

Pemkab Rohul Mulai Reaktivasi 50.681 Peserta PBI JKN yang Dinonaktifkan

Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…

11 jam ago

Jembatan Gantung Tanjung Betung Direnovasi, Mobilitas Warga Makin Lancar

Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…

12 jam ago

PBBDD Kumpulkan 1.899 Kantong Darah, Lampaui Target Jelang Ramadan

PBBDD berhasil mengumpulkan 1.899 kantong darah dalam baksos donor darah di Pekanbaru, melampaui target untuk…

12 jam ago

Insiden Turis Berbikini, Tokoh Adat Minta Konsep Pariwisata Kampar Diperjelas

Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…

12 jam ago

Satgas Kabel FO Dibentuk, DPRD Pekanbaru Tunggu Aksi Nyata

Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…

13 jam ago