Categories: Pekanbaru

Pasutri Pembunuh Anak Kandung Dirawat di Ruang Visum RSJ

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejak insiden pembunuhan pada anak bungsunya F (3), pasangan suami istri (pasutri) Her (38) dan Jum (37) dibawa ke RSJ Tampan, Selasa (18/2). Polsek Tampan merujuk ke RSJ Tampan guna mengetahui kejiwaan pasutri tersebut. Direktur Umum RSJ Tampan dr Haznelli Juita saat dikonfirmasi  membenarkan keberadaan pasutri itu di RSJ Tampan. Kondisi kejiwaannya pun terus dilakukan pemantauan.

"Untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kejiwaan pasien, biasanya kami memerlukan waktu lebih kurang selama empat belas hari ke depan. Pasien dirawat di ruang visum secara terpisah," ujar Haznelli kepada Riau Pos, Kamis (20/2).

Tidak hanya diperiksa layaknya pasien biasa, selama itu keduanya akan dipantau melalui kamera CCTv yang telah disiapkan dalam ruangan tersebut. Keduanya mendekam di ruangan khusus yang telah disiapkan.

"Ruangan itu sudah dipersiapkan kamera pengawas. Nah, dari kamera itulah perawat memantau perkembangannya," ujarnya.

Dikatakan Haznelli, kedua pelaku tidak diberikan obat tertentu melainkan hanya dipantau perawat maupun dokter. Hal ini berguna untuk menutupi gejala apakah benar kedua pelaku ini mengalami gangguan jiwa atau tidaknya.

"Sejauh ini belum. Hanya dipantau. Kami kan ingin mengetahui kebenarannya. Kalau dikasih obat, berarti kami menutupi dugaan gangguan jiwa pasien," ungkapnya.

Ruangan itu sendiri dijaga oleh aparat kepolisian dan perawat. Setelah menjalani masa tes kejiwaan, hasilnya akan diserahkan ke pihak kepolisian, guna melanjutkan perkara dugaan pembunuhan.

Diketahui sebelumnya, kedua orangtua itu melakukan pembunuhan terhadap anak bungsunya. Berdasarkan hasil interogasi pihak kepolisian, motifnya ada bisikan gaib yang memerintahkan untuk menghabisi nyawa anak bungsu dari tiga bersaudara itu.  Sang ayah Her yang menjadi aktor utama, di mana dia menyumpal mulut anaknya dengan lembaran kertas Alquran lalu dibakar. Setalah tak bernyawa, leher anaknya dililit gantungan baju. Namun, pada saat kejadian sang ibu Jum (37) tidak menghiraukan tindakan suaminya itu, malah berdiam diri di dalam kamar.(s)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Lewati Pembahasan Panjang, APBD Inhil Tahun 2026 Disepakati Rp2,05 Triliun

Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…

14 jam ago

Anthracite Bicycle Community Sawahlunto Kirim Lima Goweser ke Riau Pos Fun Bike 2026

Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…

15 jam ago

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

2 hari ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

3 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

3 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

3 hari ago