penghapusan-tenaga-honorer-sesuaikan-keperluan-daerah
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM memberikan reaksi terkait rencana pemerintah menghapus tenaga honorer yang akan direalisasikan 2023 mendatang.
Menurutnya rencana ini sah-sah saja. Namun harus disertakan dengan aturan dan harus ada jaminan kepada tenaga honorer yang nanti tenaganya tidak berdayakan lagi. Apalagi, disampaikan bahwa tenaga honorer saat ini jumlahnya lebih besar dari pegawai.
"Ini kan tidak serta merta bisa dijalankan. Harus ada kajian dan sebagainya. Karena keberadaan tenaga honorer ini tergantung keperluan daerah. Jadi, tidak bisa disamaratakan," urainya kepada wartawan, kemain.
Dijelaskan politisi PAN ini, yang disorotinya ialah tenaga honorer guru, ada honorer guru komite dan guru bantu. Dan juga honorer kesehatan, honorer kebersihan dan lainnya. Dimintanya untuk dipertimbangkan.
"Jika keberadaan mereka dihilangkan, akan terjadi ketidakseimbangan dalam pekerjaan. Perlu kami sampaikan sekali lagi, jika daerah masih membutuhkan, maka kebijakan pusat ini perlu dipertimbangkan, " jelasnya.
Sebagaimana diketahui, MenPAN RB Tjahjo Kumolo menegaskan, terkait tenaga honorer diberikan kesempatan untuk diselesaikan sampai dengan tahun 2023.
Artinya, status pegawai pemerintah mulai 2023 nanti hanya ada dua jenis, yakni PNS dan PPPK.(gus)
Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk April 2026 dipastikan hampir…
Polisi ungkap pembunuhan di Rumbai, menantu jadi otak perampokan. Empat pelaku ditangkap setelah kabur ke…
Disbunnakkan Inhu siapkan 28 petugas awasi hewan kurban jelang Iduladha. Langkah ini untuk cegah penyebaran…
Sebanyak 182 JCH Rohul Kloter 12 diberangkatkan ke Batam. Wabup Syafaruddin Poti melepas langsung dan…
SMAN 2 Singingi raih banyak juara di FLS3N 2026. Cabang tari kreasi mengantar wakil Kuansing…
Ratusan warga Rimbopanjang bongkar median jalan karena akses U-turn terlalu jauh. Aksi ini dipicu keluhan…