Categories: Pekanbaru

Seni Itu Bukan soal Uang, Tapi soal Cinta

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Galeri Seni Rupa Hang Nadim dan Rudraka I dipamerkan. Seremonial pembukaan tersebut digelar di Anjungan Kampar, Kompleks Bandar Serai Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Ahad (19/1) malam.

Seniman Riau, Jonkobet menjelaskan bahwa galeri seni rupa tersebut merupakan ikon budaya dan seni di Riau. Dia berpandangan bahwa dalam mengembangkan seni rupa itu tidak hanya pada penyelenggaraan iven-iven semata. Tapi seni rupa harus terus dicermati perkembangannya hari ke hari.

"Seperti dengan adanya galeri seni rupa Hang Nadim ini, di sinilah galeri berperan mengangkat seniman yang menjadi ikon di suatu daerah," kata Jonkobet dalam pengantarnya.

Selain Jonkobet, ada berbagai seniman Riau yang turut hadir. Seperti Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al azhar, Kartunis Furqon Elwe, Alkhathatth, Muhammad Rafles dan para penyair tanah Melayu.

Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau Datuk Seri Al azhar menyampaikan orasi budaya dalam iven pembukaan galeri Hang Nadim dan pameran Rudraka I yang ditaja di Anjungan Kampar, Kompleks Bandar Serai, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Al azhar meminta kepada semua kalangan agar galeri tersebut jangan dilihat hanya sebatas milik komunitas. Tapi diliat dalam kerangka yang lebih besar, yaitu untuk membangun tanda-tanda madaniah. Menurutnya, tanpa perangkat teknologi secanggih apapun, Madani itu tetap bisa diliat, yaitu dari pusat keseniannya, seperti adanya galeri ini salah satunya.

"Tanda-tanda peradaban itu dilihat dari aktivitas seni di tempat tersebut," katanya.

Dia mencontohkan, misal orang pergi ke Italia bukan untuk melihat kebun anggurnya. Tapi karena ingin merasakan suasana yang melahirkan seniman besar dan karya-karyanya. Kemudian, orang pergi ke Belanda bukan hanya melihat hamparan bunga tulip, tapi orang ingin menghirup suasana negeri yang melahirkan maestro hebat.

"Jadi, kita juga ingin, orang pergi ke Pekanbaru bukan hanya mencari ketam talam durian. Bukan hanya isi perut dan keperluan fisikal saja, tapi orang datang untuk ekspresi seninya. Makanya, seni itu bukan soal uang, tapi soal cinta," katanya.

Point utama yang ingin disampaikan disini, yaitu bagaimana gunakan galeri ini dan bersama-sama untuk memotivasi. Supaya membuat kota ini menjadi kota yang beradab.(*1/lim)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

22 jam ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

22 jam ago

Sambut Imlek 2577, PBBI dan PKMR Gelar Baksos di Rokan Hilir

PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…

23 jam ago

Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…

23 jam ago

Laporan Warga, Wawako dan Kapolresta Cek Dugaan Pesta Waria di New Paragon

Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…

23 jam ago

RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…

23 jam ago