Categories: Pekanbaru

Proyek IPAL Jangan Rugikan Masyarakat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meski merupakan proyek  nasional, kontraktor pembangun proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru diharapkan memperhatikan keluhan warga. Pengerjaan proyek ini diminta untuk tidak merugikan masyarakat sekitar lokasi pembangunan.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi yang mengaku ikut resah dengan banyaknya keluhan masyarakat terkait pengerjaan proyek IPAL di Kecamatan Sukajadi. Ia mengatakan, instansi terkait di jajaran Pemko Pekanbaru agar melakukan langkah-langkah koordinasi dengan pihak kontraktor. 

Koordinasi harus dilakukan agar keluhan warga selama ini mendapatkan solusi dan proyek IPAL bisa diterima tanpa ada keluhan berarti.

"Sudah sering juga saya sampaikan kepada staf, khususnya kepada Dinas PUPR agar segera melakukan koordinasi untuk mengatasi permasalahan yang timbul di lokasi dan keluhan masyarakat," tegas Ayat, Kamis (19/12). 

Menurut Ayat, organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam satker pembangunan IPAL harus lebih cepat tanggap dengan permasalahan yang timbul dilapangan serta harus lebih aktif melakukan koordinasi di lapangan.

Pasalnya, meskipun proyek pembangunan IPAL merupakan proyek nasional, namun ia juga tidak mau akibat dari pekerjaan itu harus mengorbankan masyarakat banyak, akibat gangguan yang ditimbulkan. 

Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru supaya melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor terkait limbah maupun dampak dari pembangunan IPAL terhadap lingkungan sekitar. 

"Tentu pihak pengembang atau kontraktor yang melakukan pekerjaan juga harus memperhatikan masyarakat sekitar. Memang akibat dari pekerjaan itu akan menggangu, tapi setidaknya jangan masyarakat sampai dirugikan. Kami juga berharap kepada kontraktor yang melakukan pekerjaan agar dapat merespon keluhan masyarakat sekitar pembangunan, yang terdampak dari pekerjaan pembangunan IPAL itu. Selain itu SKPD terkait juga harus aktif agar terus melakukan koordinasi, untuk meminimalisir keluhan masyarakat," harapnya.

Usaha Merugi

Tak kunjung selesainya pengerjaan proyek IPAL ini sudah lama dikeluhkan masyarakat. Seorang warga Jalan Ahmad Dahlan, Dina mengatakan, proyek IPAL telah menutup akses jalan keluar masuk ke tempat usaha jual pakaiannya. Akibatnya, ia mengalami kerugian hingga 80 persen. 

"Iya, usaha saya mengalami kerugian hingga 80 persen karena akses keluar masuk depan ruko tertutup karena lagi ada proyek galian IPAL," ujarnya, kemarin.

Hal senada juga dikatakan Arif. Selain merusak jalan, pembangunan IPAL juga menyebabkan kemacetan karena hampir seluruh badan jalan ditutup.  "Banyak toko yang merugi karena akses ditutup. Ini tentu sangat merugikan warga," sebutnya.(ayi/dof/yls)

Laporan TIM RIAU POS, Kota 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

4 jam ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

4 jam ago

10 Titik Penukaran Sampah Disiapkan di Pekanbaru, Warga Bisa Ubah Sampah Jadi Uang

Pemko Pekanbaru menghadirkan program tukar sampah jadi uang melalui 10 drop point. Warga cukup gunakan…

4 jam ago

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

3 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

3 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

3 hari ago