PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Pekanbaru untuk penanganan Covid-19 disegerakan. Ranperda ini sebagai upaya antispasi jangka panjang peanganan covid karena belum ada jaminan kapan pendemi ini berakhir.
"Ini sebagai antisipasi jangka panjang bagaimana upaya antisipasi di masyarakat dan perlindungan kepada masyarakat adalah yang utama," ungkap Ketua Pansus II DPRD Pekanbaru, Roni Pasla.
Tak hanya itu saja, terkait dengan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan juga akan tertuang di dalam Ranperda tersebut.
Dimana sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan ini juga ada yang diadopsi dari Peraturan Walikota (Perwako). "Itu (sanksi) bagian penting yang juga harus dimasukan, dalam arti Perwako nya dikuatkan lagi," tegas Roni.
Dilanjutkan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini nantinya DPRD Pekanbaru akan memanggil pihak terkait seperti Walikota, BPBD dan juga tim Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru.
"Kita tentu akan meminta saran juga, apa yang baik untuk penanganan Covid-19 di Pekanbaru ini," paparnya.(hen)
IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…
Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…
Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…
Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…
Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…
PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…