Categories: Pekanbaru

60 Unit Travel Gelap Ditindak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 60 travel gelap diamankan petugas terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS). Ini diakui oleh Kepala Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, Henry Tambunan. Ia mengungkapkan, 60 unit travel tersebut hasil pengamanan sejak awal tahun (Januari, red) hingga saat ini.

"Travel gelap yang kami tindak itu umumnya mereka masuk ke dalam terminal. Untuk itu, kami selalu mengimbau kepada penumpang angkutan agar tetap menggunakan angkutan yang resmi. Karena dijamin asuransinya. Sementara, angkutan ilegal itu, tidak ada asuransinya," ujar Henry, Rabu (18/11).

Menurutnya, akibat dari maraknya keberadaan travel gelap itu, membuat sejumlah pengusaha travel yang resmi banyak yang gulung tikar. Sebab, penumpang-penumpang itu banyak beralih menggunakan travel gelap.

"Sebenarnya itu bukan angkutan penumpang. tetapi angkutan pribadi yang mereka dijadikan angkutan penumpang. Mereka tidak memiliki jaminan asuransi. apalagi izin angkutannya tidak jelas," jelasnya.

Lanjutnya, sejak awal pihaknya melakukan tindakan tegas, berbagai cara yang dilakukan travel gelap untuk bisa masuk ke dalam terminal. Mereka main kucing-kucingan dengan petugas. "Tetapi kami selalu berhasil menangkapnya. Tidak hanya itu saja, travel gelap yang mencoba-coba mengangkut penumpang dari luar terminal pun kami tangkap," tegasnya.

Henry mengimbau kepada pemilik angkutan illegal atau travel gelap agar mengurus izin kendaraannya untuk dijadikan angkutan resmi. Selain itu, upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19, terminal BRPS juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti mewajibkan pengunjung maupun penumpang selalu menggunakan masker. Penumpang yang turun maupun akan berangkat diminta mencuci tangan terlebih dahulu.

Diwajibkan pula menjaga jarak antar penumpang yang menunggu. Bahkan, diberi jarak untuk mencegah saling bersentuhan. Bagi penumpang atau pengunjung yang mengalami kondisi badan yang kurang sehat, juga disediakan bilik kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan awal.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak khawatir untuk menggunakan fasilitas umum di terminal BPRS. Karena baik pihak penyedia angkutan dan terminal selalu melakukan pengawasan serta penyemprotan disinfektan di terminal," tutupnya. (azr)

Laporan: DOFI ISKANDAR (PEKANBARU)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

2 hari ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

2 hari ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

3 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

3 hari ago