Categories: Pekanbaru

Mahasiswa Unri Perkenalkan Cara Membuat Sabun Colek

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tim Abdi Masyarakat (Abdimas) Universitas Riau (Unri) terdiri dari mahasiswa Falkutas Teknik, FKIP, FISIP dan FMIPA berjumlah 10 orang, melakukan sosialisasi dan penyuluhan cara pembuatan sabun colek kepada masyarakat. Hal ini sebagai upaya peningkatan pendapatan keluarga masyarakat di Desa Pulau Payung, Rumbio Jaya, Kampar, Rabu (17/7).
Tim Abdimas ini adalah Reno Susanto, Ilman Azhari, Muhammad Alfi Syahri, Dewi Fatimah, Dwi Juniar Putri Sitorus, Ninda Setia Tanti, Ninit Massagala Saman, Ulfa Dwi Artha, Ulya Putri Ningsih dan Lini Pratiwi .
Sosialisasi dan penyuluhan cara pembuatan sabun colek diketuai Reno Susanto dan dibimbing Dr Desi Heltina ST MT, merupakan rangkaian dari kegiatan Abdimas Unri, berupa pengenalan pembuatan sabun colek.
Reno Susanto mengungkapkan, sabun colek merupakan benda yang akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Demikian mudahnya mendapatkan sabun colek di warung sehingga masyarakat tidak sadar telah membelanjakan uang untuk membelinya. Padahal sabun colek dapat dibuat sendiri sebagai industri rumah tangga.
‘’Melihat fenomena itu, tentu sabun colek dapat dijadikan usaha baru dikarenakan pembuatannya yang mudah dan bernilai ekonomis. Ini bisa menjadi usaha bisnis rumahan yang dapat menambah pendapatan masyarakat,’’ ujarnya di Pekanbaru, Kamis (18/7).
Dijelaskannya, pada tahap persiapan, dimulai dari survei bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan sabun colek di beberapa toko industri kimia. Bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat sabun colek adalah soda api, soda abu, ABS, sagu, kaolin, garam, silikat, air, pewarna dan pewangi.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Wati mengatakan, setelah mendapat penjelasan dari mahasiswa Unri, maka berkeinginan untuk mencoba membuat sabun colek di rumah dan jika berjalan baik, tidak menutup kemungkinan untuk dijadikan usaha rumahan.
Olah Cemilan Ikan
Mahasiswa Universitas Riau (Unri) juga menggelar penyuluhan kepada warga terutama ibu-ibu PKK untuk mengolah produk cemilan berbasis ikan dan Nangka, di Desa Koto Tuo, Kabupaten Kampar.
Hal itu disampaikan Ketua Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Rinando Aulia Putra kepada Riau Pos, Kamis (18/7). ‘’Selain membantu perekonomian warga, juga memaksimalkan potensi ikan patin dan nangka yang menang banyak di sini,’’ ucapnya.
Untuk penyuluhan ini, lanjut Rinando, beberapa dosen Unri dilibatkan guna memberikan demontrasi maupun penjelasan kepada ibu-ibu di sana. Di antaranya, Dr Ir Mery Sukmiwati MSi dan lainnya.
‘’Kemarin itu ibu-ibu diajarkan untuk membuat nugget dari bahan-bahan tersebut. Tentu dengan itu, kami berharap ada manfaatnya bagi ibu-ibu di sana,’’ sambungnya.(rnl/*1)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

DED Rampung, Pembebasan Lahan Flyover Garuda Sakti Dimulai 2026

Pemprov Riau menyiapkan anggaran pembebasan lahan flyover Simpang Garuda Sakti. Ground breaking proyek direncanakan awal…

2 jam ago

Jadi Sponsor Fun Bike 2026, Pacific Optimistis Pariwisata Pekanbaru Bergeliat

Pacific menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru, dorong pariwisata, gaya hidup sehat,…

3 jam ago

Istri Histeris Temukan Suami Tewas Tergantung di Rumah

Warga Balik Alam Mandau digegerkan penemuan pria 43 tahun yang ditemukan meninggal dunia tergantung di…

3 jam ago

Rusak Bertahun-tahun, Jalan Pematang Reba–Pekan Heran Akhirnya Masuk Anggaran

Pemkab Inhu menganggarkan Rp3 miliar pada 2026 untuk memperbaiki Jalan Pematang Reba–Pekan Heran yang rusak…

4 jam ago

Manajemen Talenta Diperkuat, Bupati Rohul Dorong Birokrasi Profesional

Pemkab Rohul memperkuat sistem merit dengan menerapkan manajemen talenta ASN dan meraih penghargaan BKN atas…

4 jam ago

Bolos Saat Jam Sekolah, Empat Pelajar SMA Terjaring Patroli Satpol PP Kampar

Empat pelajar SMA di Bangkinang terjaring patroli Satpol PP saat bolos sekolah. Petugas menegaskan tindakan…

4 jam ago