kericuhan-di-kampus-ini-penjelasan-presma-unilak-terpilih
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Polemik pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang dilangsungkan sejak beberapa waktu lalu belum berakhir. Setelah beredar video kericuhan antar mahasiswa di lingkungan kampus, baru-baru ini puluhan mahasiswa sempat melangsungkan aksi menginap di kampus agar bisa bertemu rektor.
Presiden Mahasiswa Universitas Lancang Kuning, Jimmy Saputra, mengatakan, pihaknya sangat menghargai kubu yang belum memenangkan kontestasi pemilihan Presma dan Wapresma Unilak.
"Namun saya sangat berharap ketika menyampaikan aspirasi sebagaimana layaknya mahasiswa yang berintelektual dengan mengedepankam adab dengan tidak merusak sarana prasarana yang ada dikampus," ujar Jimmy, Jumat (19/2/2021).
Menurut Jimmy, Rektor Unilak sendiri telah mengambil kebijakan dengan penuh pertimbangan. Sebab, Plt Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Lancang Kuning yang sebelumnya menggelar kongres pertama, dinilai tidak mampu menyelenggarakan sesuai dengan kesepakatan 9 Ketua DPM tingkat fakultas. Oleh karena itu terjadilah dualisme kepemimpinan dengan dilaksanakannya dua kongres.
"Dengan kondisi pihak saya yang kala itu Alhamdulillah didukung 6 fakultas kemudian mendapatkan dukungan 10 organisasi mahasiswa tingkat Universitas serta dukungan dari elemen mahasiswa seluruh fakultas Universitas Lancang Kuning. Nah jika seperti ini kalau rektor kala itu melakukan keberpihakan pasti kami yang dimenangkan dengan posisi dukungan yang sangat banyak dari sisi organisasi mahasiswa yang ada di Unilak. Namun rektor tidak ada satupun mengesahkan kongres yang mengakibatkan dualisme kepemimpinan tersebut," jelasnya.
Wakil Presiden Mahasiswa Rahmad Hidayat yang mendampingi Jimmy kemudian menjelaskan terkait bentrok yang terjadi Kamis (11/2/2021) lalu.
"Jangan terlalu mendramatisir kejadian terlalu berlebihan. Kami tidak ada sama sekali menghadang kubu Cep Permana Galih jika ingin menemui Wakil Rektor III. Itu tidak urusan kami sama sekali, berita yang beredar mengenai hal tersebut sama sekali tidaklah tepat terhadap kejadian yang sudah terjadi. Kami sedang melaksanakan pelantikan lalu pihak Cep Permana Galih mau masuk, wajar dari pihak keamanan melarang masuk apalagi ini suasana wabah Covid-19," ungkapnya.
Dengan kejadian seperti ini, Jimmy Saputra yang sudah resmi dilantik mengaku tetap melanjutkan roda organisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lancang Kuning tanpa adanya hambatan.
Laporan: Bayu Saputra (Pekanbaru)
Editor: Afiat Ananda
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…
Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…
Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…