Categories: Pekanbaru

Bekali ABH dengan Terapi Penghidupan

KOTA (RIAUPOS.CO) – Usianya masih di bawah umur. Mereka harus terpisah dengan orangtua. Kasusnya bisa karena menjadi pelaku kejahatan ataupun korban kejahatan. Sebanyak 24 anak pun direhabilitasi di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Rumbai Pesisir, Jalan Khayangan.

Para anak ini dibekali terapi penghidupan (keterampilan). Gunanya, agar setelah selesai masa rehab bisa bermanfaat ilmunya.

"Jadi anak-anak yang direhab di sini bisa memanfaatkan ilmunya setelah keluar (terminasi). Dan semoga tidak mengulangi perbuatannya," sebut Kasi Resos BRSAMPK Mohammad Toher kemarin.

Lebih jauh, untuk anak perempuan saat ini lebih minat dengan tata rias (salon). Ruangannya lengkap seperti salon. Sehingga, kelas menjahit kosong. Namun, tetap dibekali dengan mengikuti kerajinan tangan.

"Meskipun tidak ada yang minat ke jahit, tidak masalah. Karena itu tergantung peminatan anak-anak. Kami bekali juga kerajinan tangan," jelasnya.

Sedangkan untuk anak laki-laki dibekali barbershop dan otomotif (bengkel). Beruntung, dua kelas itu ada peminatnya. Dominan ke bengkel.

Riau Pos mencoba wawancara dengan salah satu anak berhadapan hukum (ABH) dari Dumai. D namanya. "Sudah lima bulan di BRSAMPK. Dulu saya mencuri bareng teman saya Dav," sebutnya yang akan diterminasi pada 20 Februari mendatang.

Dav pun berada di tempat yang sama dengan D. Hanya beda kelas. Tepatnya mengambil minat barbershop.

"Untuk anak-anak di BRSAMPK bisa sampai enam bulan. Tidak menutup kemungkinan hanya satu hingga dua pekan (biasanya titipan polisi, red)," tuturnya.

Program Peksos Go To School

Sementara itu, keberadaannya yang menangani anak berkebutuhan khusus, menjadikannya membuat program baru di 2020. Kasi Rehab  BRSAMPK Mohammad Toher mengatakan, program tersebut bernama Peksos Go To School.

"Kegiatan tersebut menyasar pada sekolah yang rentan memiliki catatan anak-anak di sekolah terlibat anak berhadapan dengan hukum (ABH). Dalam satu tahun akan ada enam sekolah yang disasar," sebutnya pada Riau Pos Senin (17/2).

Lebih jauh, program yang dibentuk oleh pekerja sosial (peksos) akan berlangsung pada Februari akhir. "Jadi ini merupakan program dari teman-teman peksos. Saya di sini memfasilitasi. Hari ini teman-teman sudah ke sekolah untuk meminta izin dan lainnya," jelasnya.

Hal itu pun dipertegas oleh Peksos BRSAMPK Yustisia. Kebetulan, ia bersama tim baru saja pulang survei ke berjaga sekolah. "Peksos go to school di Pekanbaru baru sekarang. Sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu. Itu yang membedakan dengan satuan bakti pekerja sosial di kabupaten/kota di Riau," terangnya.

Enam sekolah itu sudah katanya sudah didata. Khususnya SMP dan SMA sederajat. "Di usia tersebut banyak anak-anak yang ditangani di BRSAMPK," terangnya.

Saat datang ke sekolah berkoordinasi dengan guru BK. Dimana mengidentifikasikan anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus atau catatan di sekolah.

"Mensiasati dengan memanggil ketua kelas dan siswa role model. Sekarang di sini ada 24  anak. 10 di antaranya yang masuk pada 2020. Cenderung berkurang dibanding tahun lalu," ujarnya.(s)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Lewati Pembahasan Panjang, APBD Inhil Tahun 2026 Disepakati Rp2,05 Triliun

Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…

36 menit ago

Anthracite Bicycle Community Sawahlunto Kirim Lima Goweser ke Riau Pos Fun Bike 2026

Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…

1 jam ago

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

1 hari ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

2 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

2 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

2 hari ago