Categories: Pekanbaru

Tersangka Tidak Bisa Baca Alquran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ironis, seorang bapak tega membunuh anaknya sendiri. Bahkan disaksikan oleh istri sendiri. Sementara dua buah hatinya hanya bisa pasrah mendengar jeritan si bungsu. Akibatnya pasangan suami istri itu harus berurusan dengan pihak berwajib.

Menggunakan kaos oranye dan sebo (penutup wajah) keduanya digelandang ke lobi Polsek Tampan, Selasa (18/2). Sang istri bernama Jum (37) hanya terpaku diam. Sementara suaminya Her (38) yang menjelaskan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya Her mengorbankan anak bungsunya karena mendapat wahyu. Sebelumnya dia melakukan tindakan tidak wajar mandi sekeluarga di depan rumah. Saat awak media menanyakan alasan membunuh, jawabannya Her terkesan tidak nyambung.

"Belajar dari pengalaman, pengalaman, pengalaman. Itu aja. Kalau niat membunuh tidak ada. Cuma ujung-ujungnya dapatnya ini," katanya.

Awak media dibuat bi­ngung. Sehingga pertanyaan yang sama pun dilontarkan ulang dan dipertegas oleh Kapolsek Tampan AKP Juper Lumban Toruan. Her pun melanjutkan jawabannya. Katanya, jika anak kecil disumbat hidungnya bisa langsung meninggal.

"Tidak sampai 15 menit langsung meninggal. Ini kok enggak," tuturnya.

Dalam pada itu pengakuan lain darinya, tidak mengetahui surah apa yang disumpalkan ke mulutnya. "Saya tidak tahu surah apa yang saya sumpal ke mulut anak karena saya tak bisa baca Alquran. Karena dalam hati saya ini kok merah-merah (sampul) beda dengan Alquran yang pada zaman awak belajar," sebutnya.

Hal itu dipertegas Kapolsek Tampan AKP Juper Lumban Toruan yang didampingi Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Budhia Dianda. Dalam konferensi pers disampaikan Juper, pasangan suami istri ini masih bertele-tele.

"Masih bertele-tele dan tidak nyambung. Sehingga tepat selesai konpers akan dibawa ke RSJ Tampan untuk dilakukan observasi," ucapnya.

Lebih jauh, observasi itu akan berlangsung 10 hari. Hingga diketahui pengakuannya dan kejiwaannya oleh psikiater.

"Jika kejiwaannya sudah diketahui bisa dilakukan penyedikan. Sementara ini hasil pengembangan penyelidikan masih belum bisa dilakukan pemeriksaan karena masih labil atau berubah-ubah keterangannya," ujarnya.

Dengan diserahkan ke RSJ nantinya dapat diketahui hasil pemeriksaan. Apakah nantinya, para tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak.

"Pemeriksaan terhadap bapak dan ibu korban," ungkapnya.

Mirisnya hingga detik ini pasangan tersebut tidak mengalami penyesalan. “Saat kami tanya apakah menyesal. Tidak ada jawaban dari mereka. Hanya senyum-senyum biasa. Seolah-olah tidak ada berbuat salah,” terangnya.

Masih, kata Juper, untuk hasil otopsi anak yang dibunuhnya itu ditemukan tanda-tanda kekerasan berupa benturan benda keras. Namun untuk penyebab kematian, anak tidak dapat bernapas karena mulutnya disumbat dengan lembar Alquran. Lembar Alquran yang ditunjukkan Juper ada yang berbentuk hitam dan kuning kecokelatan dalam posisi yang sudah menggumpal.

"Setelah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara, anak korban bernama F (3) sudah dikebumikan pada Selasa (18/2) pukul 18.30 di daerah Cipta Karya. Dihadiri oleh adik tersangka, kedua anak tersangka dan keluarga korban yang dari luar Pekanbaru," tutupnya.(s)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dies Natalis ke-4 Universitas Awal Bros Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Universitas Awal Bros rayakan Dies Natalis ke-4 secara hybrid. Berbagai kegiatan digelar hingga pemberian penghargaan…

8 jam ago

Pekanbaru Teken MoU PSEL, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Pekanbaru teken MoU PSEL untuk olah sampah jadi energi listrik. Proyek ini ditargetkan kurangi beban…

8 jam ago

Buron Usai Jambret Santunan Ramadan Anak Yatim, Pelaku Diciduk di Sumbar

Pelaku jambret uang santunan anak yatim di Pekanbaru ditangkap di Sumbar setelah buron dua pekan.…

11 jam ago

Polisi Ungkap Penimbunan BBM Subsidi, Solar 3.200 Liter Disita

Polisi di Riau menangkap dua pelaku penimbunan BBM subsidi. Ribuan liter solar dan pertalite diamankan,…

12 jam ago

Jadi Aset Pemko, Rusunawa Rumbai Siap Ditata Total

Pemko Pekanbaru mulai membenahi Rusunawa Yos Sudarso. Wako soroti kondisi kumuh dan siap beri keringanan…

12 jam ago

Tarif Parkir Kuliner Cut Nyak Dhien Disorot, Pengunjung Dipatok Rp5.000

Pengunjung kuliner malam Cut Nyak Dhien mengeluhkan tarif parkir hingga Rp5.000. Dishub Pekanbaru janji segera…

12 jam ago