Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau H Erisman Yahya MH (tengah) saat meninjau venue sepakbola Stadion Utama Riau, Senin (8/1/2024) lalu. (Dispora Riau untuk RiauPos.co)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sekarang ada terobosan yang positif terkait pemakaian Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti Pekanbaru. Melalui Perda Retribusi yang baru Perda Tentang PDRD Nomor 2 Tahun 2024 Tanggal 5 Januari 2024, kini bagi masyarakat umum yang ingin bermain di Stadion Utama tidak perlu merogoh kocek sampai ratusan juta seperti sebelumnya.
“Sekarang cukup sekali main dengan Rp3 juta saja. Kami yakin, dengan Perda Retribusi yang baru ini, kami berharap akan semakin banyak yang ingin bermain di Stadion Utama. Karena pasti ada kebanggaan tersendiri bermain bola di Stadion Utama,” Kata Kadispora Riau, Erisman Yahya kepada Riau Pos, Kamis (18/1).
Kedepannya, Erisman Yahya berharap, Stadion Utama ini semakin hidup “Dan tentu harapan kita kembali menjadi kebanggaan dan salah satu icon Provinsi Riau,” Katanya. Erisman Yahya juga mengatakan, di samping itu juga Dispora Riau saat ini juga tengah mencari cara agar bagaimana Stadion Utama Riau ini bisa kembali hidup dengan banyak melakukan aktivitas seperti senam bersama, menggelar pertandingan yang sifatnya persahabatan antara OPD maupun BUMD.
“Intinya bagaimana agar Stadion Utama Riau ini bisa hidup. Kan kalau banyaknya aktivitas dilakukan di Stadion Utama Riau, maka secara bertahap orang akan melirik, dan kita upayakan juga nanti ke depannya agar kita bisa menjadi tuan rumah untuk iven-iven nasional, bahkan mungkin kalau bisa internasional,” Pungkasnya. (adv)
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.