Categories: Pekanbaru

Disdik Tunggu Juknis Pusat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sekolah tatap muka sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan dimulai pada pertengahan Juli nanti. Namun, hingga kini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat untuk pelaksanaannya.

Sebelum juknis dari pusat diterima, maka belum ada regulasi dari pusat yang mengatur terkait sekolah tatap muka dalam masa pandemi ini.

"Secara resmi (Juknis) belum ada. Tapi kan ada edaran sebelumnya, pelaksanaan sekolah tatap muka itu hampir sama dengan yang kemarin," kata Kepala Disdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, Kamis (17/6).

Menurutnya, jika juknis terkait pelaksanaan sekolah tatap muka tidak turun dari pusat, maka pemerintah kota akan membuat juknis sendiri. Juknis dibuat berdasarkan acuan edaran sebelumnya yang diterbitkan Kemdikbud tentang pelaksanaan sekolah tatap muka.

Dalam edaran tersebut diatur mekanisme pembelajaran selama sekolah tatap muka berlangsung. Jumlah kapasitas kelas dibatasi. Pembelajaran berlangsung dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Kemudian waktu belajar di sekolah hanya berlangsung dua hingga tiga jam paling lama. Peserta didik dan tenaga pendidik diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, dan mengecek suhu tubuh sebelum pembelajaran dimulai.

"Bedanya, untuk sekolah tatap muka yang sekarang ini hanya 25 persen siswa di kelas. Kalau kemarin kan 50 persen. Itu saja bedanya, yang lain sama. Memang juknis belum diterima, tapi gambarannya seperti itu," jelasnya.

Ia menyebut, untuk sekolah di semua tingkatan sudah dibuka mulai tahun ajaran baru 2021/2022. Mereka pun melakukan upaya percepatan vaksinasi bagi tenaga pendidik. Seluruh tenaga pendidik yang akan melaksanakan sekolah tatap muka diwajibkan untuk vaksin Covid-19. "Ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Tak hanya guru, penjaga sekolah dan sekuriti sekolah wajib vaksin," tutupnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago