kafetaria-terbakar-asia-farm-tutup-sementara
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pascakebararan yang terjadi Senin (14/3) malam, obyek wisata Asia Farm di Jalan Badak tutup sementara waktu. Hal ini dilakukan untuk memudahkan aparat kepolisian melakukan penyelidikan.
"Kemungkinan apinya berasal dari arus pendek listrik. Ada beberapa bangunan yang terbakar, dan yang habis terbakar itu kafetaria kita," ujar Lisma, staf HRD Asia Farm yang ditemui Riau Pos, Selasa (15/3).
Atas kejadian tersebut, dijelaskan Lisma, Asia Farm Pekanbaru akan tutup sementara. "Sementara pihak dari Asia Farm menutup akses masuk selama pengecekan dilakukan pihak kepolisian," sambungnya.
Pantauan Riau Pos di lokasi, kemarin pagi, terlihat puing-puing sisa kebakaran bangunan kafetaria di sekitar lokasi.
Lisma sebutkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan satu per satu aset apa saja yang terbakar. Serta barang-barang yang kemungkinan masih bisa diselamatkan, juga masih dilakukan pendataan oleh pihak Asia Farm Pekanbaru dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian.
Lokasi yang terbakar, pantauan di lapangan terlihat lebih dekat dengan sisi jalan di kawasan tersebut. Pihak kepolisian dari Bhabinkamtibmas Tenayan Raya Kajontra yang ditemui di lokasi, juga ikut meninjau areal yang terbakar.
"Kami dari Polsek setempat ikut meninjau langsung lokasi guna mendapatkan keterangan terkait kronologi dan informasi tambahan lainnya," singkat petugas kepolisian yang ditemui tersebut.(*/egp)
Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…
DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…
Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…
Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…
BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…
Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…