Categories: Pekanbaru

Gojek Bantu 9 Start-Up Pahami Maunya Konsumen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Program akselerator start-up Gojek Xcelerate kembali berlanjut. Untuk Batch 3 berfokus pada inovasi kebutuhan keseharian konsumen. Kali ini, terdapat 9 start-up Indonesia terbaik yang mendapatkan pelatihan dalam melakukan growth hacking agar mereka dapat mencapai product-market fit.

Seperti diketahui, saat ini teknologi membawa dampak perubahan pola konsumsi di industri ritel Indonesia. Diperkirakan tumbuh 10 persen setiap tahunnya. Seiring dengan digitalisasi, preferensi konsumen bergeser dari yang dulu berbelanja di distributor atau gerai, menjadi direct to consumer.

Maka dari itu, untuk memberikan pengalaman yang jauh lebih cepat dan nyaman dalam mengakses produk atau jasa, para start-up harus fokus mengembangkan inovasinya. Upaya itu untuk memastikan produk dan jasa selalu cocok dengan kebutuhan pasar.

"Kami melatih start-up di sektor ritel dalam menerapkan inovasi kebutuhan keseharian konsumen dan Gojek akan berbagi growth hacking untuk mencapai product-market fit atau kondisi di mana sebuah perusahaan sukses memberikan nilai tambah penciptaan produk atau jasa yang memang sesuai dengan kebutuhan pasar," Chief Marketing Officer Gojek Ainul Yaqin dalam siaran pers, Ahad (16/2).

Materi yang diajarkan di antaranya Growth Experimentation 101 atau eksperimentasi untuk meningkatkan penggunaan produk atau jasa melalui uji hipotesis yang berasal dari data perilaku pengguna. Lalu ada, Supercharge your Products with Web Apps atau pengembangan platform digital melalui framework yang lebih cepat dikembangkan dan dapat digunakan di berbagai kanal digital.

"Kemudian, Building High Impact Learning Culture atau strategi membangun budaya perusahaan yang efektif dengan pengembangan cara berpikir karyawan," tambahnya.

Ainul menjelaskan, dalam perkembangan sebuah start-up, penting bagi para founder menemukan cara yang paling efektif dan efisien dalam mengembangkan produknya. Salah satu caranya menggunakan growth-hacking yang mirip dengan disiplin marketing. Star-up selalu mengupayakan cara memasarkan produk dan jasa yang paling sesuai dengan target konsumen, bahkan sampai level individu.

"Dalam growth-hacking, startup menganalisa data perilaku konsumen untuk mencari solusi yang pasti bagi konsumen, dan ini penting untuk membantu percepatan pertumbuhan serta keberlangsungan bisnis," ungkapnya.(jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tragedi Bocah 9 Tahun Meninggal di Jalan Sontang-Duri, Himarohu Riau: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…

1 hari ago

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…

1 hari ago

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

2 hari ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

2 hari ago

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam Pertahankan Akreditasi JCI untuk Keempat Kalinya

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam berhasil mempertahankan akreditasi internasional JCI untuk keempat kalinya, bertepatan…

2 hari ago

Polres Inhu Gerebek Empat Pengedar Narkoba, Satu Tersangka Ternyata ASN

Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…

2 hari ago