Mohamad Kashuri
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru, menyampaikan, jika peredaran kosmetik ilegal lebih banyak dijual melalui media daring, dibandingkan dengan peredaran di toko-toko penjualan kosmetik.
Hal ini diungkapkan Kepala BBPOM di Pekanbaru Mohamad Kashuri. Ia juga menuturkan perlu kesadaran konsumen untuk teliti sebelum membeli dan memakai kosmetik yang beredar baik daring maupun tidak.
“Kosmetik ilegal banyak tidaknya bisa iya dan bisa tidak. Tapi lebih banyak beredar melalui media online, kalau di retail tidak ada lonjakan signifikan dari tahun ke tahun,” kata Kashuri.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar mengecek izin edar dari setiap kosmetik yang akan dibeli. Hal tersebut bisa dilakukan dengn melihat izin BPOM atau mengecek melalui aplikasi mobile yang diterbitkan BBPOM.
“Masyarakat bisa cek diaplikasi mobile, tinggal ketik nomor izin edar, atau merek kosmetiknya,” ungkap Kashuri.
Kashuri menambahkan, penjualan kosmetik ilegal cenderung dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Menurutnya, penjual kosmetik ilegal lebih memilih melakukan cod ketimbang menjual langsung di toko.
“Mereka ini kebanyakan tak mau diketahui tokonya, bisa juga dikirim secara pos. Ini tanda-tanda yang dijual tidak aman,” tutur Kashuri.
Selain itu, Kashuri menekankan kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan produk kecantikan dengan iklan menggiurkan. Seperti produk pemutih badan yang dapat memutihkan secara instan.
“Jangan mudah percaya sama iklan menggiurkan. Banyak itu pemutih-pemutih yang cepat memutihkan, hati-hati,” tutupnya.(*2)
Turnamen Tenis Piala PTPN IV 2026 di Pekanbaru berakhir meriah, diikuti ratusan peserta dan jadi…
Pemprov Riau gelar pasar murah di Pekanbaru dan Kampar untuk jaga harga dan stok bahan…
Lubang di flyover Sudirman Pekanbaru membahayakan pengendara dan berisiko picu kecelakaan, warga minta segera diperbaiki.
Sebanyak 19.709 siswa SD di Pekanbaru mengikuti TKA yang digelar bertahap di 311 sekolah dengan…
Galangan kapal PT MNS di Siak mulai dibangun dengan investasi Rp300 miliar dan diperkirakan menyerap…
Sebanyak 438 CJH Pekanbaru diberangkatkan 23 April 2026. Wako Agung Nugroho lepas langsung, jemaah lebih…