kembangkan-intelektual-anak-dengan-membaca
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — UNTUK meningkatkan minat baca anak-anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pekanbaru terus mendorongnya, dengan melakukan berbagai program perlombaan. Di antaranya lomba baca buku, pidato dan lain-lain.
"Siapa yang paling banyak baca buku dan ada resumenya akan kami berikan hadiah," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pekanbaru, Mahyuddin, Jumat (13/3).
"Ini harus kami dorong anak-anak, dan kami harus bersinergi dengan semua pihak. Anak-anak ini harus dikembangkan intelektualnya, dan melakukan kegiatan-kegiatan lain yang positif yang tidak perlu banyak biaya, yang penting adalah kreatif," sebutnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi meminta Dinas Pendidikan agar bisa memberikan kenyaman anak-anak saat belajar, apakah terkait masalah biaya, infrastruktur jalan, penyebarangan jalan, taman anak-anak termasuk juga ruang baca anak-anak.
"Karena tidak semua anak-anak kami mampu dan tidak semua anak-anak kami sekolah di sekolah negeri. Dan juga keterbatasan SMP/SMA. Untuk itu, saya minta Kepala Dinas Pendidikan bisa menindak lanjuti, baik itu ditingkat SMP maupun ditingkat SMA/SMK," ujarnya, Jumat (13/3).
Lanjutnya, terkait masalah infrastruktur jalan, Ayat Cahyadi meminta mohon doa agar anggaran bisa terus bertambah. Sehingga kemudian bisa digunakan yang sebesar-besarnya untuk perbaikan jalan, penerangan jalan dan juga penyebrangan jalan agar anak-anak bisa nyaman ke sekolah dan juga taman anak-anak, termasuk juga ruang baca anak-anak.
Terkait penambahan taman baca, Ayat menjelaskan bahwa saat ini taman baca di Pekanbaru sudah cukup, hanya saja saat ini pembacanya yang tidak ada. "Kami sudah ada perpustakaan kota, perpustkaan provinsi, taman baca di beberapa tempat juga ada. Seperti di dekat Jembatan Leighton I," terangnya.(ksm)
Laporan: DOFI ISKANDAR
Harry Kane menolak dibandingkan dengan Erling Haaland jelang laga Inggris vs Norwegia dan optimistis The…
Polsek Mandau menangkap pria berinisial MR dalam kasus dugaan peredaran sabu. Polisi menyita 32 paket…
Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru makin ketat. Sebanyak 120 atlet muda masih…
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing telah mencapai 82 persen. Plt Bupati Muklisin meminta kontraktor menjaga…
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…