DIBERI TEGURAN: Sejumlah siswa SMKN 4 Pekanbaru yang bolos diberikan peringatan oleh pihak sekolah, Rabu (13/11/2019). Sejumlah siswa bolos ini terjaring razia Satpol PP. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah siswa terjaring razia yang dilakukan Satpol PP Kota Pekanbaru. Mereka karena kedapatan keluyuran di saat jam pelajaran masih berlangsung. Siswa yang diamankan terdiri dari sejumlah SMA di Kecamatan Tampan.
"Kegiatan ini karena laporan dari masyarakat dan orang tua, yang selalu melihat pelajar keluyuran di saat waktu pelajaran berlangsung," ujar Kasatpol PP Pekanbaru melalui Kabid Ops dan Ketertiban Masyarakat Desheriyanto, Rabu (13/11).
Ia mengatakan, setelah mendapat laporan tersebuT, pihaknya langsung melakukan penyisiran di Jalan Purwodadi, Jalan Cipta Karya dan Jalan Tuah Karya. Ditemui sejumlah pelajar kedapatan tidak berada di dalam sekolah di waktu jam pelajaran berlangsung.
"Banyak kita jumpai anak-anak (pelajar) di warung di luar kawasan sekolah. Anak-anak ini kita data, kemudian kita serahkan kembali ke sekolahnya masing-masing, mereka terdiri dari beberapa sekolah," katanya.
Setelah dilakukan pendataan, para pelajar yang terjaring razia diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing untuk dilakukan pembinaan. "Kita harap anak-anak ini dibina oleh sekolah, karena di saat jam pelajaran harus digunakan untuk belajar bukan untuk keluyuran," katanya.
Ia mengaku, jika mendapat laporan dari warga ataupun dari pihak orang tua terkait masih terlihatnya pelajar yang berkeluyuran di jalan di saat waktu pelajaran berlangsung, maka pihaknya akan terus melakukan penyisiran.
"Kami harap sekolah dapat melakukan pembinaan terhadap pelajarnya, dan bisa melakukan pengawasan agar tidak lagi keluyuran di saat jam pelajaran berlangsung.
Sementara tu, saat ditemui Wakil Kepala SMK Negeri 4 Pekanbaru Bidang Kesiswaan Muswardi mengatakan, sekolahnya saat siswa kedapatan keluyuran di luar sekolah karena pihak sekolah sedang melakukan simulasi UNBK yang terdiri beberapa sesi.
"Kalau masalah itu setiap hari kami pantau dan kami nasehat, dan memang kenakalan seperti ini sangat sulit kita antisIpasi," katanya.
Ia mengaku, setiap pagi pihaknya bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas sudah stanby di depan sekolah kemudian melakukan pengarahan terhadap para pelajar. "Pagi tadi (kemarin, red) sudah diberikan pengarahan dari Babinsa," katanya.
Ia mengatakan, pelajar-pelajar diakuinya agak nakal, dan perlu pembinaan ekstra untuk mendidiknya agar tidak keluyuran lagi.(*4/ade)
Laporan AGUSTIAR, Kota
Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…