Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Terkuaknya kasus kekerasan terhadap balita baru-baru ini di sebuah daycare di Kota Pekanbaru tak hanya menyadarkan para orang tua, tapi juga seluruh elemen masyarakat. Anak sebagai individu lemah harus selalu dilindungi karena risiko bisa datang dari mana saja.
Hal ini disampaikan Kapolsek Senapelan AKP Akira Ceria di sela-sela menghadiri acara Sosialisasi Advokasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Pekanbaru, baru-baru ini.
AKP Akira mengingatkan, seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan perlindungan terhadap anak. ’’Kita bisa mulai dari sekolah, bahkan dari rumah, di mana kita bisa memberikan edukasi kepada anak kita secara langsung,’’ ujarnya.
Khusus sekolah atau lembaga pendidikan, selain edukasi pencegahan, dirinya juga menyarankan harus ada upaya deteksi dini. Ini bisa dilakukan dengan mengetahui indikasi-indikasi kekerasan fisik maupun kekerasan seksual.
’’Saya berharap perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan seksual bukan saja dilakukan oleh kepolisian saja. Namun juga akan lebih maksimal jika dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat secara luas termasuk pihak sekolah dan para orang tua,’’ tutup Kapolsek.(end)
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…
Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…
Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…
Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…