tak-ada-perlakuan-khusus
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dinas Kesehatan Riau, mengaku tidak akan memberikan perlakuan khusus bagi enam warga Riau saat kembali ke Riau usai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna. Hal tersebut dilakukan, karena keenamnya sudah menjalani observasi dan ketika diperbolehkan pulang ke daerah, berarti dalam kondisi sehat.
"Tidak ada perlakuan khusus atau penjemputan di Bandara SSK II Pekanbaru bagi enam warga Riau tersebut. Kalau mereka sudah diperbolehkan pulang, berarti mereka sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir.
Sesuai jadwal, lanjut Mimi, enam warga Riau yang saat ini masih menjalani observasi di Natuna akan pulang pada hari Ahad (16/2). Karena masa observasi mereka sudah berakhir pada hari itu, karena masa inkubasi virus corona diprediksi hanya sampai 14 hari.
"Selama 14 hari di Natuna tim kesehatan juga terus memantau intensif warga Indonesia yang sebelumnya menetap di Cina, termasuk enam warga Riau. Jadi tidak perlu lagi kami memeriksa," sebutnya.
Untuk itu, Mimi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuat stigma bahwa enam warga Riau tersebut berbahaya jika didekati. Hal tersebut tentunya juga akan membuat psikologis mereka menjadi tergganggu.
"Mari kita anggap mereka seperti warga biasa pada umumnya. Kalaupun mereka ada menderita sakit, itu tidak ada kaitannya lagi dengan virus corona," ujarnya.
Jelang kepulangan enam warga Riau tersebut, Mimi juga mengaku masih terus menjalin komunikasi dengan salah satu dari mereka. Dari komunikasi yang dilakukan itu, keenam warga Riau tersebut dalam kondisi sehat.
"Mereka kondisinya sehat, selama masa observasi juga terus didampingi tenaga kesehatan yang memperhatikan pola hidup sehat dan makanan yang dikonsumsi," jelasnya.(sol)
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…
Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…