PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabar gembira bagi pengelola hotel dan restoran yang ada di Kota Pekanbaru. Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan dibagikan bantuan berupa dana hibah pariwisata oleh pemerintah pusat. Syaratnya, pelaku usaha ini terdaftar, berizin dan aktif membayar pajak.
Sosialisasi terkait bantuan ini dilakukan Rabu (11/11) pagi oleh badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru. Hadir membuka langsung Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT didampingi Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin. Turut hadir Direktur Pendapatan Daerah Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Dr Hendriwan MSi, serta Analis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Direktorat Pendapatan Daerah Kemendagri R Andri Hikmat.
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan kegiatan sosialisasi dana hibah pariwisata yang menjadi salah program dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Pemerintah Pusat berlandaskan peraturan Kementrian Pariwisata. "Kegiatan ini kita selenggarakan berlandaskan peraturan Kementerian Pariwisata yang mengacu pada petunjuk teknis penyaluran dana hibah pariwisata kepada pegiat usaha pariwisata di Kota Pekanbaru," terangnya.
Lebih lanjut disampaikan mantan camat Rumbai ini bahwa, adapun usaha yang berhak mendapatkan dana hibah pariwisata tersebut terdiri dari usaha perhotelan dan industri restoran yang sangat terdampak selama pandemi Covid-19 melanda. "Ada 1.072 pengusaha hotel dan restoran yang akan kita berikan sosialisasi dana hibah ini, yang terdiri dari 221 pengusaha hotel dan 851 pemilik industri restoran," urainya.
Dikatakan Ami begitu dia akrab disapa, guna mengantisipasi penularan Covid-19 yang juga dalam rangka menerapkan protokol kesehatan, pihaknya tidak mengumpulkan 1072 peserta tersebut dalam satu waktu, namun penyelenggaraan sosialisasi dibagi menjadi tiga hari. "Mengantisipasi penyebaran Covid-19 peserta tersebut kita bagi, kegiatan ini kita adakan selama 3 hari yang dimulai hari ini, semoga kegiatan sosialisasi ini dapat berjalan lancar," imbuhnya.
Sementara itu, Wako Pekanbaru Firdaus usai membuka sosialisasi mengatakan bahwa tidak sembarang pengusaha yang dapat bantuan dana hibah pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tersebut. "Dalam sosialisasi inilah nanti dipaparkan apa syarat dan kriteria wajib pajak yang berhak mendapatkan bantuan, dengan begitu indikatornya jelas kepada siapa insentif ini diberikan," ungkapnya.
Ditambahkan orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini, bantuan yang diberikan pemerintah pusat kepada pelaku usaha di bidang pariwisata tersebut akan diberikan secara tunai. Untuk itu, Pemko Pekanbaru mengadakan sosialiasi agar terwujudnya transparasi penyaluran bantuan nantinya. "Kita buat sosialisasi ini supaya nanti tidak menjadi fitnah, kepada siapa bantuan ini diberikan. Selain itu, kita tak ingin nanti terkesan kongkalikong dalam penyalurannya," tegasnya.(ali)
Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…
Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…
Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…
Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…
Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…