Categories: Pekanbaru

Tiga ASN Pemko Pekanbaru Dimintai Keterangan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Pengusutan dugaan korupsi pengadaan video wall di Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandiaan Kota Pekanbaru, kembali berlanjut. Kali ini, giliaran tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimintai keterangan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Adapun tiga abdi negara di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yakni, Endra Trinura ST MT, Febrino Hidayat ST dan Maisisco MSi. Di mana pada pelaksanaan kegiatan tahun 2017 senilai Rp4,4 miliar, selaku sekretaris dan anggota Tim Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP). 

Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan dikonfirmasi Riau Pos tak menampiknya. Dikatakan dia, pemanggilan ketiganya masih dalam lanjutan penyelidikan dugaan korupsi yang tengah diusut Korps Adhyaksa Riua.

"Ini masih lanjutan permintaan keterangan dugaan korupsi pengadaan video wall di Diskominfotik Pekanbaru. Hari ini (kemarin, red) ada tiga orang yang diklarifikasi penyelidik Bidang Pidana Khusus,"ungkap Muspidauan, Senin (11/11) kemarin. 

Saat ini, disampaikan Muspiduan, penyelidik tengah berupaya mengumpulkan bahan dan keterangan (Pulbaket) dalam mencari peristiwa pidana perkara yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru 2017.

Sehingga, dilakukan klarifisikasi terhadap pihak-pihak yang mengetahui pelaksanaan kegiatan tersebut. "Penyelidik masih mencari peristwa pidana," imbuhnya.

Ditambahkannya, proses permintaan keterangan tidak hanya terhenti sampai di sini saja. Pasalnya, pihaknya juga telah menggendakan pemanggilan untuk diklarifikasi. "Masih berlanjut, sesuai dengan kebutuhan penyelidikan," katanya.

Selain ketiga orang tersebut, sebelumnya Korps Adhyaksa Riau telah memeriksa Kepala Diskomifotik Kota Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra. Pemeriksaan ini, bersamaan dengan Agusril selaku pejabat pengadaan barang dan jasa/Pokja.

Lalu, Vinsensius Hartanto sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Ketua Tim Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Muhammad Azmi. Sedangkan, Direktur CV Solusi Arya Prima, Asep Muhammad Ishak tidak hadir memenuhi panggilan tersebut.

Untuk diketahui, pengadaan video wall  bertujuan untuk mengusung visi Kota Pekanbaru sebagai smart city. Dana dialokasikan dalam  APBD  Pekanbaru 2017 sebesar Rp4.448.505.418. Pengadaan kegiatan itu peruntukan Command Centre Pekanbaru Jalan Pepaya.(rir)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sambut Ramadan 1447 H, Potang Bolimau Digelar di Pasirpengaraian

Bupati Rohul ajak masyarakat hadiri potang bolimau di Waterfront City Pasirpengaraian sambut Ramadan 1447 H.

37 menit ago

IAGI, IATMI dan SLB Indonesia Gagas Petrel Hackathon 2026 di UIR

IAGI, IATMI dan SLB Indonesia gelar Kick-Off Petrel Hackathon 2026 di UIR untuk dorong talenta…

2 jam ago

Waterbarrier Digeser, Pengendara Tetap Terobos Jembatan Sinambek

Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.

22 jam ago

Jelang Imlek 2026, Lalu Lintas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar Melonjak 35 Persen

Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…

24 jam ago

Jawab Tantangan Iklim Tropis, RS Awal Bros Hadirkan Solusi Kesehatan Rambut

RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…

24 jam ago

Ramp Check Gabungan di Siak, Pastikan Bus dan Angkutan Barang Laik Jalan

Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…

1 hari ago