water-bombing
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pembukaan lahan kosong dengan cara dibakar yang ada di dekat rumah Ratna membuat kawasan tersebut menjadi pantauan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau. Kebakaran lahan itu menjadi salah satu titik panas yang terdeteksi oleh BMKG.
Bahkan, oknum pelaku pembakaran lahan kosong tersebut tampak meninggalkan lahan yang sudah terbakar sehingga kobaran api semakin dekat dengan permukiman warga sekitar.
Tak lama kemudian, sebuah helikopter pun datang membawa air ratusan kubik dan menjatuhkannya ke lokasi lahan yang terbakar.
Hantaman air itu untuk memadamkan api yang terus mengeluarkan asap tebal.
Ratna yang saat itu tengah tertidur pulas di dalam rumah, sontak dibuat kaget dengan suara ledakan water bombing yang diturunkan oleh petugas dari atas helikopter.
Duarr… Duar..
Suara tersebut sontak membawa Ratna keluar rumah. Ia pun lantas berteriak meminta tolong karena merasa ketakutan. Namun sesampainya di luar sejumlah warga sudah berkumpul di dekat rumahnya untuk menyaksikan proses pemadaman api tersebut.
"Tolong…! Tolong…! Ada bom!" teriak Ratna.
Melihat tingkat Ratna yang panik, warga yang sedang ramai berkumpul pun tertawa.
"Oalah…. Ratna… Sudah jelas suara air yang dijatuhkan dari atas, malah dibilang bom. Ngigau ya?" celetuk seorang warga disambut tawa warga lainnya.(ayi)
Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…
Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…
Plt Bupati Kuansing Muklisin mengeluarkan enam poin imbauan kepada OPD, meminta ASN tetap bekerja profesional…
KPK menetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jabatan Sekda. Kasus ini menyeret…
Keterlambatan mobil tangki membuat antrean BBM mengular di empat SPBU Pulau Bengkalis. Warga mendesak pemerintah…
Perbaikan Jembatan Desa Pasir Utama Rohul masih berlangsung. Kendaraan berat dilarang melintas sementara hingga pekerjaan…