water-bombing
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pembukaan lahan kosong dengan cara dibakar yang ada di dekat rumah Ratna membuat kawasan tersebut menjadi pantauan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau. Kebakaran lahan itu menjadi salah satu titik panas yang terdeteksi oleh BMKG.
Bahkan, oknum pelaku pembakaran lahan kosong tersebut tampak meninggalkan lahan yang sudah terbakar sehingga kobaran api semakin dekat dengan permukiman warga sekitar.
Tak lama kemudian, sebuah helikopter pun datang membawa air ratusan kubik dan menjatuhkannya ke lokasi lahan yang terbakar.
Hantaman air itu untuk memadamkan api yang terus mengeluarkan asap tebal.
Ratna yang saat itu tengah tertidur pulas di dalam rumah, sontak dibuat kaget dengan suara ledakan water bombing yang diturunkan oleh petugas dari atas helikopter.
Duarr… Duar..
Suara tersebut sontak membawa Ratna keluar rumah. Ia pun lantas berteriak meminta tolong karena merasa ketakutan. Namun sesampainya di luar sejumlah warga sudah berkumpul di dekat rumahnya untuk menyaksikan proses pemadaman api tersebut.
"Tolong…! Tolong…! Ada bom!" teriak Ratna.
Melihat tingkat Ratna yang panik, warga yang sedang ramai berkumpul pun tertawa.
"Oalah…. Ratna… Sudah jelas suara air yang dijatuhkan dari atas, malah dibilang bom. Ngigau ya?" celetuk seorang warga disambut tawa warga lainnya.(ayi)
Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…
Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…
Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…
Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…