Categories: Pekanbaru

Asap Pekat, Permintaan Masker dan Tabung Oksigen 1 Kubik Melonjak

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – Asap pekat yang mengepung Pekanbaru dan sekitarnya karena kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) membuat masyarakat harus tetap waspada saat berkegiatan di luar ruangan. Bahkan pembagian masker secara gratis dari masyarakat pun mulai bertebaran di beberapa titik guna meminimalisir ISPA.

Hal itu pun menjadi sorotan khusus Riaupos.co memantau apotik. Beberapa apotek-apotek besar yang tersebar di kota Pekanbaru memberikan pemaparan terkait penjualan masker serta tabung oksigen semenjak asap melanda.

Dalam kesempatan nya apotik yang berhasil dikunjungi Riaupos.co pada Kamis (12/9) diantaranya Kimia Farma Apotek 596 yang beralamat di Jalan H. Soebrantas, No 103  Tampan, Apotek Keluarga yang beralamat di Jalan HR. Subrantas No.297 A Panam, Apotek Asean yang beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.147, Apotek Asia Sehat di Jalan Jendral Ahmad Yani, serta  Apotek Kimia Farma Nangka yang beralamat di Jalan Tuanku Tambusai No.59.

Menurut apoteker kimia Farma di Jalan Tuanku Tambusai Ghea menjelaskan, penjualan tabung oksigen mulai banyak diminati, sementara masker lebih meningkat hingga mencapai 80 persen.

"Banyak permintaan masker selama asap melanda wilayah kota Pekanbaru ini, apalagi masker biasa yang warna hijau, sampai 10 box perhari. Harganya Rp 30 ribu. Ada juga masker putih yang agak tebal, itu harganya sekitar 17 ribu", tambahnya.

Kemudian Apoteker Kimia Farma Apotek 596 menjelaskan, untuk tabung oksigen masih belum tinggi permintaanya sedangkan permintaan masker lebih sangat meningkat drastis. Perbandingannya bisa sampai 10 kali lipat dibanding sebelum asap melanda. "Dalam seharinya bisa mencapai 10 bok," jelasnya.

Kemudian Apoteker Apotek Keluarga Neneng Septiani mengatakan, untuk permintaan tabung oksigen belum terlalu banyak, tapi kalau oksigen untuk yang sekali pakai ada beberapa.

"Kalau maskerlah yang sangat meningkat pesat permintaanya selama asap melanda wilayah Kota Pekanbaru dibanding hari biasanya. 10 bok bahkan bisa lebih," terangnya.

Selanjutnya hampir sama dengan Kimia Farma, Apotek 596 dan Apotek Keluarga, pemilik Apotek Asean Drs Akhir Risno menjelaskan kalau permintaan tabung oksigen masih berkisar 50 persen dalam artian sedang. Sementara untuk tabung oksigen yang berukuran 1 kubik dengan harga berkisar Rp800 ribu paling banyak diminati.

Selain itu pria yang sering disapa Eno itu menambahkan kalau permintaan masker sangat tinggi bisa sampai 300 persen selama asap melanda di kota Pekanbaru.

Selanjutnya Oliv apoteker dari apotek Asia Sehat juga memberikan penjelasan yang sama terkait asap yang melanda di kota Pekanbaru permintaan.

"Untuk tabung oksigen agak sedikit naik permintaanya namun permintaan maskerlah yang lebih banyak yang membuat harga masker menjadi naik", jelasnya.

Laporan: *3/Muslim Nurdin
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

4 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

4 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

1 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

1 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

1 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

1 hari ago