Apotik banyak dikunjungi masyarakat untuk membeli masker di musim asap. Kamis (12/9/2019). (*3/Mirshal/RIAUPOS)
PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – Asap pekat yang mengepung Pekanbaru dan sekitarnya karena kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) membuat masyarakat harus tetap waspada saat berkegiatan di luar ruangan. Bahkan pembagian masker secara gratis dari masyarakat pun mulai bertebaran di beberapa titik guna meminimalisir ISPA.
Hal itu pun menjadi sorotan khusus Riaupos.co memantau apotik. Beberapa apotek-apotek besar yang tersebar di kota Pekanbaru memberikan pemaparan terkait penjualan masker serta tabung oksigen semenjak asap melanda.
Dalam kesempatan nya apotik yang berhasil dikunjungi Riaupos.co pada Kamis (12/9) diantaranya Kimia Farma Apotek 596 yang beralamat di Jalan H. Soebrantas, No 103 Tampan, Apotek Keluarga yang beralamat di Jalan HR. Subrantas No.297 A Panam, Apotek Asean yang beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.147, Apotek Asia Sehat di Jalan Jendral Ahmad Yani, serta Apotek Kimia Farma Nangka yang beralamat di Jalan Tuanku Tambusai No.59.
Menurut apoteker kimia Farma di Jalan Tuanku Tambusai Ghea menjelaskan, penjualan tabung oksigen mulai banyak diminati, sementara masker lebih meningkat hingga mencapai 80 persen.
"Banyak permintaan masker selama asap melanda wilayah kota Pekanbaru ini, apalagi masker biasa yang warna hijau, sampai 10 box perhari. Harganya Rp 30 ribu. Ada juga masker putih yang agak tebal, itu harganya sekitar 17 ribu", tambahnya.
Kemudian Apoteker Kimia Farma Apotek 596 menjelaskan, untuk tabung oksigen masih belum tinggi permintaanya sedangkan permintaan masker lebih sangat meningkat drastis. Perbandingannya bisa sampai 10 kali lipat dibanding sebelum asap melanda. "Dalam seharinya bisa mencapai 10 bok," jelasnya.
Kemudian Apoteker Apotek Keluarga Neneng Septiani mengatakan, untuk permintaan tabung oksigen belum terlalu banyak, tapi kalau oksigen untuk yang sekali pakai ada beberapa.
"Kalau maskerlah yang sangat meningkat pesat permintaanya selama asap melanda wilayah Kota Pekanbaru dibanding hari biasanya. 10 bok bahkan bisa lebih," terangnya.
Selanjutnya hampir sama dengan Kimia Farma, Apotek 596 dan Apotek Keluarga, pemilik Apotek Asean Drs Akhir Risno menjelaskan kalau permintaan tabung oksigen masih berkisar 50 persen dalam artian sedang. Sementara untuk tabung oksigen yang berukuran 1 kubik dengan harga berkisar Rp800 ribu paling banyak diminati.
Selain itu pria yang sering disapa Eno itu menambahkan kalau permintaan masker sangat tinggi bisa sampai 300 persen selama asap melanda di kota Pekanbaru.
Selanjutnya Oliv apoteker dari apotek Asia Sehat juga memberikan penjelasan yang sama terkait asap yang melanda di kota Pekanbaru permintaan.
"Untuk tabung oksigen agak sedikit naik permintaanya namun permintaan maskerlah yang lebih banyak yang membuat harga masker menjadi naik", jelasnya.
Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…
Terasi khas Desa Ketapang Permai, Kepulauan Meranti, menjadi produk unggulan berbahan udang pepai yang menopang…
MAN 1 Pekanbaru menggelar parenting perdana dalam Matamuda yang diikuti 810 wali murid guna memperkuat…
Pemprov Riau dan ATR/BPN memperkuat koordinasi percepatan sertifikasi tanah ulayat guna memberi kepastian hukum dan…
Unri menjadi best practice implementasi Student Development Journey Tanoto Foundation berkat digitalisasi Student Journey ASRI…
Pemkab Rohul mengaktifkan 145 Masjid Paripurna melalui Gerakan Salat Subuh Berjemaah guna memperkuat syiar Islam…