Categories: Pekanbaru

Kelompok Peternak Kebanjiran Pesanan

(RIAUPOS.CO) — SEJUMLAH peternak sapi di Kota Pekanbaru kebanjiran pesanan. Para pemesan untuk keperluan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha yang tinggal sekitar sebulan lagi. Bahkan seperti kelompok peternak sapi Primajaya di Jalan Alamanda, Kecamatan Marpoyan Damai, telah menerima pesanan sejak bulan Ramadan lalu.
“Sudah ada yang pesan. Sudah laku semua. Ada beberapa lagi milik kelompok tani yang masih tersisa,” ujar salah seorang peternak, Amril kepada Riau Pos, Kamis (11/7).
Disebutkan Amril, ada sembilan ekor sapi yang sudah dipesan oleh masjid maupun musala di sekitar area tempat tinggalnya. Dalam satu kelompok, ada sekitar 17 anggota yang tergabung dengan jumlah ternak lebih 60 ekor sapi.
“Kalau harga itu lihat fisiknya. Harga bervariasi di kisaran Rp15.500.000-Rp16.500.000. Ada untungnya, upah arit-aritnya,” ungkapnya.
Sebagai binaan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Pekanbaru selama delapan tahun belakangan ini, kata Amril, kelompok peternak hanya menjual sapi pada saat Iduladha saja. Di hari lainnya, mereka bekerja sebagai petani sayuran.
“Setelah ini, pengembangan lagi. Kami juga merupakan kelompok tani. Sisa sayuran maupun rumput, bisa dimanfaatkan untuk makan sapi,” ucapnya.
Untuk membedakan sapi sehat dengan tidak, lanjutnya, sudah bisa dilakukan dengan melihat kulitnya saja. Sapi yang sehat akan memiliki warna kulit yang agak mengkilap.
“Paling makannya lebih dimaksimalkan lagi. Sebelum pemotongan, nanti dimandikan dulu supaya bersih,” tambahnya.
Menurut Amril, sapi yang berasal dari Bali merupakan jenis yang paling laris dicari konsumen. Selain jenis sapi merah dan hitam dari Bali, kelompok tani Primajaya juga ada jenis sapi putih PU serta sapi dari NTB maupun NTT.
“Paling laris itu sapi Bali. Karena postur tubuhnya yang paling bagus. Kalau kata orang dagingnya banyak,” ungkapnya.
Dari pantauan Riau Pos, sapi-sapi yang telah dipesan oleh konsumen akan diberi tanda di telinga sebagai bukti telah dibeli. Ini juga salah satu cara agar sapi milik konsumen tidak tertukar saat pengambilan.(*1/fia)

Laporan Marrio Kisaz, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

6.000 Liter Formula X-Fire Dikirim Polri untuk Atasi Karhutla Pelalawan

Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…

18 jam ago

Sembunyi di Parit, Terduga Pengedar Sabu di Kampa Dibekuk Polisi

Terduga pengedar sabu MA (26) dibekuk polisi saat bersembunyi di parit di Kampa. Petugas mengamankan…

18 jam ago

Kemiskinan Pekanbaru Ditarget Turun dari 3,1 Persen Jadi 2 Persen dalam Tiga Tahun

Pemko Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan turun dari 3,1 persen menjadi 2 persen dalam tiga tahun…

19 jam ago

Tender Batal, Pembangunan Pasar Tembilahan Rp19,9 Miliar Kembali Tertunda

Tender proyek pembangunan Pasar Tembilahan senilai sekitar Rp19,9 miliar batal. Pemkab Inhil mempertimbangkan pelaksanaan pembangunan…

19 jam ago

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

3 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

3 hari ago