Categories: Pekanbaru

Virus Corona Masih Pengaruhi Harga TBS

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 12-18 Februari mengalami penurunan pada setiap kelompok umur. Jumlah penurunan terbesar pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami penurunan harga sebesar Rp50,68 per kg dari harga pekan lalu. Sehingga harga TBS untuk satu pekan ke depan menjadi Rp1.865,81 per kg.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Riau Ahmad Syah Harrofie melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Defris Hatmaja mengatakan, penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, penurunan harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp139,23 per kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp310,43 per kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga Rp79,32 per kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga Rp136,21 per kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp82,00 per kg dari harga pekan lalu," katanya.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp77,27 per kg, dan Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp452,00 per kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp353,34 per kg dari harga pekan lalu.

Sementara dari faktor eksternal, penurunan harga TBS periode ini disebabkan oleh menurunnya kinerja ekspor CPO. Merebaknya wabah virus corona di Cina menyebabkan adanya kekhawatiran permintaan minyak sawit dapat turun mengingat Cina merupakan pembeli minyak nabati terbesar kedua di dunia setelah India.

"Harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai juga mengalami penurunan di bursa Cina, sama seperti harga CPO. Selain itu mulai diberlakukannya bea keluar CPO juga ikut menjadi sentimen negatif. Kementerian Perdagangan mencatat harga referensi CPO pada Februari 2020 sebesar 839,69 dolar AS per metric ton (MT) (di atas 750 dolar AS/MT)  atau naik dibandingkan periode Januari sebesar 729,72 dolar AS/MT. Dengan kenaikan harga tersebut, pemerintah memberlakukan bea keluar CPO sebesar 18 dolar AS/MT," jelasnya.(sol)

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Antrean Bio Solar Mengular ke Badan Jalan Dishub Pekanbaru Minta Pengelola SPBU Bekerja Sama

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur antrean bio solar yang meluber…

8 jam ago

Rumah Camat Merbau Hangus Terbakar di Teluk Belitung

Rumah milik Camat Merbau Wan Jumiati di Jalan Rambutan, Kelurahan Teluk Belitung, hangus terbakar pada…

8 jam ago

Verifikasi Berkas 153 Calon Kades di 54 Desa se-Rohul Diumumkan 27-28 Oktober 2026

Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…

14 jam ago

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

15 jam ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

15 jam ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

15 jam ago