PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sampai saat ini masih belum mengetahui penyebab pasti kebakaran salah satu gedung di kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya pada 20 September 2024 lalu. Pemko mengaku masih menunggu hasil laporan dari pihak kepolisian.
Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan perbaikan gedung Lipat Kajang yang terbakar tersebut baru bisa dilakukan ketika sudah mendapatkan izin. Sebab hingga sekarang pemko masih menunggu laporan polisi untuk mengetahui penyebab gedung terbakar.
”Jadi rencana kita, kalau laporanya sudah ada, kalau kita sudah diizinkan kerja (perbaikan, red) di situ, baru kita ambil langkah selanjutnya,” ujar Sekko, Kamis (10/10/).
Langkah dimaksud, jelas Sekko, seperti meminta Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Edward Riansyah membuat perencanaan perbaikan gedung yang terbakar pada 20 September 2024 tersebut.
”Di 2025 kita coba lihat kondisi anggaran, kalau bisa kita anggarkan kembali untuk renovasi. Renovasi nanti tergantung kondisi gedung, kalau perlu direnovasi, kita renovasi,” sambungnya.
Jelang dilakukan perbaikan, lanjut Indra Pomi, ketiga OPD yang sebelumnya menempati Gedung Lipat Kajang di antaranya Dinas PUPR, Dinas Perkim dan Dinas Perhubungan (Dishub) saat ini ditumpangkan di sejumlah gedung di komplek perkantoran wali kota.
”Seperti Dishub pindah ke gedung B2, kemudian Perkim dan PUPR pindah ke gedung B6. Jadi untuk sementara menempati gedung yang ada dulu,” tuturnya.(ilo)
Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…
BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba…
Kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di Bengkalis. Usaha galon dan laundry tutup, Perumda siapkan…
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.