Categories: Pekanbaru

Imigran Bisa Saja Dapat Tempat Baru

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) — Dampak dari aksi demo imigran yang terjadi awal pekan kemarin, di rudenim langsung direspon Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KBP) Pekanbaru. Langkah koordinasi untuk mendapatkan solusi dilakukan dengan pemilik kewenangan para imigran seperti UNHCR dan IOM.

"Kami sudah berkoordinasi dengan IOM perwakilan Pekanbaru, dan hasil koordinasi ini akan kami tindak lanjuti mekanismenya," kata Kepala Badan KBP Zulfahmi Adrian kepada wartawan, kemarin.
Dijelaskannya, dari hasil koordinasi dengan IOM juga, dan tentunya koordinasi internal pemko sendiri on the track.  " Ya nanti semua pemilik tempat akomodasi yang ditempati pengungsi akan kami kumpulkan semuanya untuk mengetahui sejauh mana kapasitas dan kelayakan tempat akomodasi itu," ujarnya.

Ditegaskannya juga, bukan tidak mungkin akan ada penambahan tempat pengungsian. "Dimungkinkan juga untuk menambah tempat akomodasi baru, namun itu harus mendapatkan persetujuan bersama," paparnya.

Tambahnya, jika nanti pemerintah mampu mungkin bisa saja dibuatkan satu tempat penampungan khusus bagi pengungsi luar negeri ini. "Sehingga bisa memudahkan kita melakukan pengawasan terhadap aktivitas mereka, misalnya di rusunawa atau tempat lain milik pemerintah," katanya.

Dikatakan Zulfahmi, Sebelum berkoordinasi dengan IOM, KBP juga sudah menerima perwakilan imigran dan mendengarkan langsung duduk persoalannya . Namun berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.125/2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri, yang menentukan lokasi penampungan adalah pemerintah daerah dalam hal ini Kesbangpol Kota Pekanbaru.

"Karena kami tak bisa mengambil kebijakan langsung maka harus berkoordinasi dengan perwakilan IOM
Pekanbaru dan pihak UNHCR terkait permaslaahan over kapasitas ini," kata Zulfahmi. Sebagaimana diketahui, aksi demo yang dilakukan para imigran atau pengungsi dari luar negeri ini, di depan Kantor Rumah Detensi Imigrasi (Rudemin), Jalan OK M Jamil, Pekanbaru. Senin (7/9) lalu. Mereka  menuntut supaya ada disiapkan ruangan baru karena dengan kondisi ruangan saat ini dinilai tidak layak lagi.

Ikmatullah, perwakilan imigran mengatakan, mereka mengunjungi Kesbangpol atas saran Imigrasi Pekanbaru. Ia berharap permasalahan ini bisa cepat diselesaikan. "Satu kamar ukuran tiga kali empat meter diisi enam sampai tujuh orang, sudah tidak layak," keluhnya.

Laporan : Agustiar (Pekanbaru)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

12 jam ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

12 jam ago

HSBL Selatpanjang 2026 Dimulai, Simak Daftar Sekolah yang Siap Bertarung

HSBL 2026 Selatpanjang Series kembali digelar setelah vakum enam tahun. Enam sekolah siap bersaing dalam…

16 jam ago

Subsidi Listrik 2027 Diusulkan Rp117 Triliun, Naik Rp17 Triliun dari Tahun Ini

ESDM mengusulkan subsidi listrik 2027 sebesar Rp117,84 triliun, naik Rp17 triliun, sekaligus menaikkan target produksi…

17 jam ago

Polres Siak Tetapkan Tersangka Karhutla, Ratusan Ribu Meter Persegi Lahan Terbakar

Polres Siak menetapkan satu tersangka karhutla dan mengungkap tujuh titik kebakaran dengan total luas lahan…

18 jam ago

Truk 10 Roda Tabrak Dinding Jembatan di Inhu, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Alternatif

Truk roda 10 menghantam dinding jembatan di Jalan Lintas Timur Inhu hingga melintang dan memicu…

22 jam ago