Categories: Pekanbaru

Saksi Bisu Sejarah Kota Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berada di kawasan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, terdapat wisata Rumah Yahya yang kini digunakan sebagai lokasi rumah tenun kelompok UMKM masyarakat sekitar. Rumah ini milik H Yahya dan istri Zainap beserta kelima anak-anaknya.

Di masa perjuangan saat Indonesia merintis kemerdekaan, rumah dengan nuansa kuning, merah bata dan hijau ini banyak memiliki peranan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan RI.

Saat Riau Pos mendatangai lokasi ini, langsung disambut ramah oleh Rohaya yang merupakan anggota kelompok Rumah Tenun Kampung Bandar. ‘’Sudah lama sekali tempat ini digunakan untuk menenun,’’ ucapnya.

Saat menaiki tangga, pengunjung dapat mengetahui segala informasi mengenai Rumah Yahya yang dulu milik tauke getah karet hingga dijadikan gudang logistik dan dapur umum di masa awal perang kemerdekaan.

Kini rumah itu dialihfungsikan untuk kegiatan menenun ibu-ibu sekitar. Saat memasuki rumah, pengunjung dapat melihat pemandangan Sungai Siak.(*1)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

4 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago