Categories: Pekanbaru

Relokasi Pedagang ke Pasar Induk Ditunda

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menunda proses relokasi pedagang dari tempat penampungan sementara (TPS) di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) ke Pasar Induk Pekanbaru di Jalan Soekarno Hatta.

Kepala Disperindag Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Jumat (10/5) mengatakan, penundaan proses relokasi pedagang ini karena kios-kios yang sebelumnya dibangun oleh pihak pengelola kurang sesuai dengan keperluan para pedagang karena memiliki luas yang berbeda.

Hal ini diketahui setelah sebelumnya Disperindag mengadakan sosialisasi serta rencana relokasi yang akan dilakukan oleh pedagang Pasar Induk.

Sehingga saat sosialisasi tersebut para pedagang menyampaikan bahwa mereka merasa kurang nyaman dengan kondisi kios yang kurang memadai lantaran ruangnya yang tidak luas.

”Sampai sekarang kami masih dalam tahap sosialisasi dengan para pedagang dan pihak PT Agung Rafa Bonai (ARB) jadi kalau untuk kesiapan tempat sendiri, tadi dipaparkan oleh pihak ARB itu sudah 86 persen bahkan mungkin sampai ke 90 persen untuk bisa ditempati,” ucapnya.

Lanjut Zulhelmi, pihaknya menerima masukan yang diberikan oleh para pedagang, karena memang komoditas yang nantinya berjualan dikawasan itu merupakan pedagang sembako sehingga membutuhkan udara segar agar barang dagangan seperti cabai, bawang, sayur-sayuran dan lain-lain itu tidak rusak.

Selain itu para pedagang juga meminta agar jalur transportasi di lokasi yang baru bisa lancar sebab jam operasional mereka berakhir pada pukul 04.00 WIB.

Pihaknya juga akan mencarikan solusi terbaik bagaimana agar para pedagang tersebut dapat pindah namun barang dagangan mereka tidak mengalami kerusakan.

”Tentu kami harus carikan solusi dengan permintaan teman-teman pedagang tadi. Prinsip mereka, mau pindah tapi jangan sampai nanti mereka pindah itu menyebabkan kerugian, kan kasihan. Artinya pemerintah mesti bertindak adil maksudnya jangan sampai kami paksa-paksa pedagang pindah sementara tempatnya mungkin kiosnya kurang memadai. Itu tentu harus ada solusinya seperti apa,” katanya.

Dikatakan Zulhelmi lagi, masukan yang diterima oleh para pedagang ini nantinya akan dilaporkan kembali kepada pimpinan terkait dengan ini tentu akan ada arahan-arahan berikutnya itu yang akan diikuti nantinya.

”Kalau semua masukan ini telah ada solusinya maka kami akan segera membuat kesepakatan dengan para pedagang agar proses relokasi bisa berjalan dengan lancar agar pasokan sembako dan juga komoditas lainnya bisa termonitoring di pasar induk ini,” katanya.(ayi)






Reporter: Prapti Dwi Lestari

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Fajar/Fikri Juara China Open 2026, Kalahkan Ganda Putra Nomor Satu Dunia

Fajar/Fikri mempertahankan gelar China Open 2026 setelah mengalahkan Kim/Seo dalam tiga gim dan meraih dua…

5 jam ago

Donor Darah hingga Cek Mata Gratis, Baksos IKTS Pekanbaru Diikuti Ratusan Warga

Bakti sosial IKTS Pekanbaru mengumpulkan 176 kantong darah dan melayani 250 warga untuk pemeriksaan kesehatan…

6 jam ago

Pemkab Rohul Siapkan Rp5,4 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026 di 54 Desa

Pemkab Rohul menyiapkan Rp5,4 miliar untuk Pilkades Serentak 2026 di 54 desa. Besaran Bankeu disesuaikan…

6 jam ago

Gubernur Riau Setujui Pengalihan Jalan Pematang Reba-Pekan Heran ke Pemkab Inhu

Gubernur Riau menyetujui pengalihan aset Jalan Pematang Reba-Pekan Heran ke Pemkab Inhu. Perbaikan jalan rusak…

7 jam ago

Polisi Gerak Cepat, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Tak Lama Usai Beraksi

Polsek Sukajadi menangkap dua terduga pelaku curanmor beberapa menit setelah beraksi. Keduanya diduga beraksi di…

9 jam ago

Keramat Jubah Merah Melaju Kencang, Juara Rayon IV Gunung Toar Berhasil Diraih

Jalur Keramat Jubah Merah asal Muaro Sentajo berhasil menjadi juara Pacu Jalur Rayon IV Gunung…

9 jam ago