Categories: Pekanbaru

Kasus LSD Sapi Mewabah ke Tujuh Kabupaten/Kota

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – SETELAH sebelumnya ditemukan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Saat ini kasus sapi yang terinfeksi lumpy skin disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol juga sudah ditemukan di enam kabupaten/kota lainnya, sehingga kasus LSD saat ini sudah ditemukan di tujuh kabupaten/kota di Riau.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau Herman mengatakan, pada tujuh kabupaten tersebut total sudah ada  242 ekor sapi yang terinfeksi LSD. LSD adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh lumpy skin disease virus (LSDV). Yang terbanyak ditemukan masih di Kabupaten Inhu.

"Sejak penyakit LSD ini ditemukan di Kabupaten Indragiri Hulu, kemudian berkembang di enam kabupaten/kota di Riau," kata Herman.

Lebih lanjut dikatakannya, tujuh daerah yang ditemukan penyakit LSD di antaranya Inhu sebanyak 114 ekor sapi, Pelalawan 25 ekor, Kampar 8 ekor, Dumai 20 ekor, Bengkalis 12 ekor, Indragiri Hilir 13 ekor, dan Siak 50 ekor.

"Jadi jumlah sapi yang sakit terkena penyakit itu ada 242 ekor, dimana tiga ekor di antaranya mati. Namun, tingkat kematian penyakit sangat kecil maksimal 5 persen," jelasnya.

Selain mati, lanjut Herman, terdapat 13 ekor sapi dipotong paksa oleh peternak, karena masyarakat takut mati. Meski dipotong paksa, daging sapi tetap bisa dikonsumsi. Hal itu karena yang kena penyakit hanya bagian kulit sapi.

"Tapi setelah kita tangani secara intensif, angka kesembuhan sapi yang terkena LSD cukup tinggi yakni 84 persen dari total sapi yang terkena penyakit. Jadi ciri-ciri sapi mulai sembuh dari LSD ini sapi sudah mau makan, karena selama sakit sapi tidak makan sebab tenggorokan sakit," paparnya.

Kemudian ciri-ciri lain sapi sembuh dari penyakit LSD adalah, luka di bagian kulit sapi mulai mengering, lalu benjolan mulai mengecil namun bekas luka masih ada.

"Jadi dari 114 sapi yang terpapar LSD di Inhu itu, kalau kita lihat dari empat kategori itu Alhamdulillah 100 persen sudah sembuh, begitu juga kabupaten dan kota lainnya 100 persen sudah sembuh setelah kita lakukan penyuntikan vitamin. Kecuali Dumai, dari 20 ekor sapi yang terpapar 10 ekor sudah sembuh," tuturnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran LSD,  pihaknya akan melakukan vaksinasi terhadap 100 ribu sapi yang ada di Riau. Vaksin untuk mengantisipasi penyebaran virus LSD tersebut pengadaanya dilakukan oleh pemerintah pusat. Saat ini pihaknya masih menunggu kiriman vaksin tersebut.

"Setelah dilakukan penelitian terhadap sampel darah sapi yang terkena LSD, untuk pencegahannya akan dilakukan vaksin terhadap 100 ribu sapi di Riau," kata Herman.

Dilanjutkan Herman, vaksin untuk mengantisipasi penyebaran LSD pada sapi tersebut diimpor dari luar negeri. Pasalnya, kasus sapi yang terkena LSD di Riau tersebut merupakan kasus pertama yang ditemukan di Indonesia.

"Pada tahap awal, informasinya akan datang 7 ribu vaksin terlebih dahulu. Vaksin ini harus dilakukan selama tiga tahun berturut-turut," ujarnya.(hen)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Agung Toyota Gelar Buka Bersama Komunitas dan Media

Agung Toyota Riau menggelar buka puasa bersama komunitas Toyota, Toyota Value Chain dan media di…

5 jam ago

Bupati Suhardiman Amby Tekankan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

Bupati Kuansing meminta RSUD dan seluruh puskesmas tetap membuka layanan kesehatan selama 24 jam selama…

6 jam ago

Plh Bupati Rohul Minta OPD Realisasikan Aspirasi Warga

Safari Ramadan Pemkab Rohul berakhir setelah mengunjungi 16 kecamatan. Pemkab meminta OPD menindaklanjuti aspirasi masyarakat,…

6 jam ago

Pembatasan Angkutan Barang Berlaku, Truk Antre Panjang di Roro Bengkalis

Hari terakhir operasional truk di penyeberangan Bengkalis memicu antrean panjang. Pembatasan angkutan barang berlaku 14–28…

6 jam ago

Waspada KLB Campak saat Mudik Lebaran, Lindungi Buah Hati dengan Imunisasi di RS Awal Bros

Momen Lebaran dan mudik ke kampung halaman tetap waspada terhadap ancaman penyakit campak yang saat…

6 jam ago

Zakat ASN Pemprov Riau Capai Rp61 Miliar, Plt Gubri Pimpin Gerakan Berzakat

Zakat ASN Pemprov Riau melalui Baznas mencapai Rp61 miliar. Plt Gubri SF Hariyanto memimpin Gerakan…

1 hari ago