Categories: Pekanbaru

Khairul Amri: Selesaikan Dulu Tumpang-Tindih Pasar Cik Puan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Keberlangsungan Pasar Cik Puan Pekanbaru hingga kini masih menjadi tanda tanya. Sinergi antar Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru sangat diharapkan untuk melanjutkan progres pembangunan yang sempat terhenti itu.

Pengamat kebijakan publik, Khairul Amri MSi menilai, permasalahan fundamental yang terjadi yaitu soal manajemen aset yang tumpang-tindih. Masalah tersebut yang perlu diselesaikan. Karena ini sangat penting untuk membahas keberlangsungan pasar itu ke depannya.

"Tumpang-tindih ini yang perlu diselesaikan. Soal aset, apakah Pemrov hibah ke Pemko atau Pemko hibah ke Pemprov. Selagi ini belum diselesaikan nanti akan timbul masalah terus, ganti wali kota sekalipun masalah tetap berlanjut, ganti gubernur juga akan timbul masalah lagi," kata Khairul kepada Riaupos.co, Rabu (11/3/2020).

Menurut dosen Universitas Riau (Unri) ini, hal yang paling penting memecahkan masalah tersebut yaitu Pemrov dan Pemko duduk bersama mencari win-win solution untuk menentukan, apakah Pemko apa Pemprov yang bakal mengelola pasar tradisional yang kental sejarah bagi masyarakat Pekanbaru tersebut.

"Selama ini tidak selesai, akhirnya Gubernur Riau dan Wali Kota Pekanbaru akan terus mempertontonkan ketidakmampuan mereka dalam mencari solusi kepada publik. Masalah ini sudah lama dan begitu terus," ujarnya.

Sebagai pengamat, dia menilai bahwa tidak juga bisa menyalahkan Gubernur Riau dan Wali Kota Pekanbaru saat ini, karena masalah itu sudah 10 tahun berjalan.

"Kan sangat disayangkan. Sekarang sudah tahun 2020, nggak diselesaikan juga," tuturnya.

Jadi, hal ini menurutnya merupakan suatu tantangan bagi gubernur baru. Pemrov dan Pemko diharapkan dapat bekerja untuk kepentingan publik.

"Harus ada sinergi Pemprov dan Pemko, kalau ingin bekerja demi kepentingan publik, tanah itu aset milik negara, jadi sebaiknya harus diselesaikan secepatnya, mesti duduk bersama," harapnya.

Dia menilai, jika pun dilanjutkan dengan kondisi saat ini, nantinya bakal timbul masalah lagi. Sebab, soal aset dan solusi tersebut belum ketemu. Maka diperlukan adanya sinergitas dan niat baik dari kedua pihak tersebut. Setelah itu barulah nanti kedua pihak dapat bicara akan dibangun pihak ketiga, APBD ataupun APBN.

 "Yang paling penting adalah sinergi dan kesepakatan," katanya.

Dia berharap,  persoalan rembuk solusi ini dapat dituntaskan dahulu.

"Itu yang terpenting agar pembangunan bisa dilanjutkan dan demi masyarakat agar pasar bisa segera dimanfaatkan para pedagang," jelasnya lagi.

Laporan: *1/Eka Gusmadi Putra (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Beroperasi Selama 31 Tahun, Mall Legendaris Plaza Citra Pekanbaru Tutup Permanen

Pusat perbelanjaan legendaris Plaza Citra Pekanbaru resmi menghentikan operasional secara permanen setelah 31 tahun melayani…

1 jam ago

16 Tahun Setia Mendampingi Dharma Loka, Coach Dewit Terapkan Ilmu DBL Camp 2025

Coach Dewit sukses mengaplikasikan ilmu dari DBL Camp 2025 untuk membenahi fundamental pemain hingga membawa…

2 jam ago

Kreatif dan Sarat Pesan Lingkungan, Penampilan Tim Dance SMA Stella Gracia Curi Perhatian

Tim dance SMA Stella Gracia Pekanbaru mencuri perhatian publik pada ajang Aqua DBL Dance 2026…

2 jam ago

Perkembangan Penggerebekan MP Club: Polda Riau Tetapkan 5 Tersangka, 3 Orang Dipulangkan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menetapkan lima orang tersangka, termasuk empat pekerja THM, terkait kasus…

2 jam ago

Raih 53 Suara di Sidang Senat, Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor UNRI Periode 2026-2030

Dekan Fakultas Teknik Prof Ahmad Fadli ST MT PhD resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Riau…

14 jam ago

Banding Ditolak PT Riau, Abdul Wahid Resmi Layangkan Memori Kasasi ke Mahkamah Agung

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid resmi mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung usai hukuman…

14 jam ago