Categories: Pekanbaru

Covid-19 Melonjak, Pemko Kekurangan Nakes

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Seiring bertambahnya ka­sus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Pekanbaru, ketersediaan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas menangani kini semakin menipis. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengontrak nakes tambahan.

Diungkapkan Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Rabu (9/9), ada beberapa formasi nakes yang akan direkrut, diantaranya dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tim analis. Nakes yang direkrut Pemko Pekanbaru berstatus kontrak nantinya.

"Kita juga perlu tenaga kesehatan tambahan, tenaga kesehatan kontrak penanganan Covid-19 untuk percepatan penanganan Covid-19," ujarnya.

Namun, Wako belum merinci jumlah nakes yang bakal direkrut. Pihaknya masih menghitung jumlah kebutuhan yang ada di fasilitas kesehatan Pemko untuk saat ini.

"Kami berharap pada pekan depan penambahan nakes ini sudah dapat terealisasi, dan mereka dapat bekerja," imbuhnya.

Nakes tambahan diperlukan seiring akan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). Mereka nantinya juga akan membantu dalam melakukan tracking (pelacakan) kontak erat pasien positif Covid-19.

Dalam waktu dekat a, Pemko Pekanbaru segara akan merealisasikan pengadaan laboratorium untuk pemeriksaan swab mobile. Wako menyebut saat ini proses pembelian alat bersangkutan tengah berlangsung. Kemungkinan pekan depan sudah ada di Pekanbaru dan bisa langsung digunakan untuk memeriksa hasil swab test yang berasal dari Pekanbaru.

"Sebab bila menunggu hasil pemeriksaan laboratorium biomolekuler milik Pemerintah Provinsi akan memakan waktu hingga tiga hari karena over kapasitas. Karena lab milik provinsi hanya dengan kapasitas 1.500 per hari, sementara sampel sudah menumpuk," tutupnya.

Dukung PSBM
Dalam pada itu, rencana Pemko Pekanbaru untuk menerapkan PSBM mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani.

"Untuk meminimalisir Covid-19, mau tidak mau kita harus melaksanakan PSBM," katanya kepada sejumlah wartawan, Selasa (8/9).

Politisi PKS inipun mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Tampan dan daerah yang akan diberlakukan PSBM untuk tidak panik dan lebih kepada mematuhi protokol kesehatan. Seperti wajib menggunakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, jaga jarak, hindari kerumunan dan sebagainya.

"Tidak hanya masyarakat Tampan, tapi kita semua wajib menaati protokol kesehatan," tegasnya.

Artinya, menurut Hamdani, masyarakat harus tetap disiplin dan jangan sampai terkena sanksi dari satgas.

"Jadi kami imbau agar masyarakat ikuti protokol kesehatan," ulasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Firdaus menyebut bahwa ada sanksi lebih berat bagi pelanggar PSBM dibanding PSBB lalu. Sanksi berupa sanksi pidana bagi pelanggar disiplin protokol kesehatan.

Penindakan fokus pada pelanggar yang tidak memakai masker hingga tidak menjaga jarak fisik. Pelanggaran lain yang mengabaikan protokol kesehatan juga terancam kena sanksi.

"Nanti sanksinya kita lebih berat, tim nanti merevisi perwako PSBB untuk menjadi PSBM," tegas Wako.

Menurutnya, pembatasan aktivitas masyarakat nanti bakal berlangsung pada malam hari. tim bakal mempertajam sejumlah aspek dalam perwako yang jadi pedoman dalam PSBM.

"Masyarakat tetap bisa beraktivitas," ujarnya.

Pemerintah kota tidak menutup aktivitas di sektor ekonomi. Ia menyebut satgas PSBM hanya mengawasi lebih ketat agar masyarakat lebih disiplin.  

Wako pun menyebut agar sektor ekonomi tetap bergerak. Tapi dengan catatan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi untuk pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan bakal kena sanksi," tegasnya.(yls)

Laporan: M ALI NURMAN dan AGUSTIAR (Pekanbaru)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

24 jam ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

2 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

2 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

2 hari ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

2 hari ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

2 hari ago