Categories: Pekanbaru

Terkait Kebijakan Physical Distancing, Lonjakan Baby Boom Mengintai

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Wabah covid-19 telah mempengaruhi pelayanan program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) hampir di semua tingkatan wilayah. Hal ini dikarenakan pelayanan program Bangga Kencana kebanyakan adalah dengan kegiatan bakti sosial dan sosialisasi oleh penyuluh keluarga berencana dan juga kader-kader.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Riau Sri Wahyuni saat menyampaikan sambutan pada rapat telaah program bangga kencana Provinsi Riau semester pertama tahun 2020 yang digelar Senin (10/8). Ia mengatakan,  kebanyakan dari kegiatan pelayanan program Bangga Kencana yang dilaksanakan sangat full kontak atau people to people contact atau person to person.

"Sehingga ketika ada kebijakan physical distancing, social distancing maka jelas akan berdampak terhadap menurunnya tingkat pelayanan. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan adanya lonjakan kelahiran bayi atau baby boom pasca pandemi Covid-19," ujar Sri.

Menurutnya, selain berdampak pada penurunan peserta KB, penyebaran wabah Covid-19 juga berakibat kepada penurunan aktivitas dalam kelompok kegiatan serta penurunan mekanisme operasional di lini lapangan, termasuk di kampung KB.

Maka dalam menyikapi persoalan itu, ada lima kebijakan BKKBN Provinsi Riau yang bisa dilakukan selama masa pandemi Covid-19.

Yang pertama adalah BKKBN Provinsi Riau bekerja sama dengan OPD bidang Dalduk dan KB kabupaten/kota tetap melakukan pembinaan kesertaan ber-KB dan pencegahan putus pakai melalui berbagai media terutama media daring.

"Yang kedua, penyuluh KB atau petugas lapangan KB bekerja sama dengan kader institusi masyarakat pedesaan melakukan analisis untuk mengetahui jumlah dan persebaran yang memerlukan pelayanan suntik KB, pil KB, IUD dan implan. Selanjutnya yang ketiga PKB/PLKB dapat mendistribusikan kontrasepsi ulangan pil dan kondom dibawah supervisi Puskesmas atau dokter mapun bidan setempat," ujarnya.

Selanjutnya yang keempat adalah PKB atau PLKB melakukan koordinasi dengan Faskes terdekat serta dalam rangka persiapan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan KB serta pembinaan kesertaan ber-KB termasuk KIE dan konseling menggunakan media daring dan medsos atau kunjungan langsung dengan memperhatikan jarak ideal.

"Dan kebijakan yang kelima adalah mengajak bidan berperan sebagai pengawas dan pembina dalam hal distribusi alat kontrasepsi yang dilakukan oleh PKB/PLKB," ujarnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan rapat telaah diawali dengan pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) Provinsi Riau periode 2020-2024 dan Kepengurusasn Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) Provinsi Riau periode 2019 – 2023.

Laporan: Elvy Chandra (Pekanbaru)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

7 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

10 jam ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

12 jam ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

2 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

3 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

3 hari ago