Categories: Pekanbaru

Bersitegang Dengan Petugas, Sebut Tanpa Sosialisasi dan Merasa Dijebak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Penerapan denda dan sanksi sosial yang diterapkan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap warga yang tidak memakai masker di komplain.

Kurnia, warga Harapan Raya Pekanbaru tampak bersitegang dengan petugas di lapangan, Senin (10/8).  Dia terjaring operasi yang digelar di depan Gedung Sukaramai Trade Centre (STC) Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Saat didata oleh petugas, dirinya tak terima dan marah-marah lantaran mengaku tidak mendapatkan informasi dan sosialisasi dari pemerintah.

"Saya merasa terjebak, kalau model begini rasanya kita dijebak. Saya tidak tau sosialisasinya. Bagusnya masyarakat dididik, bukan dipaksa semacam ini," akunya.

Dirinya mengakui, tak memakai masker lantaran lupa dan terburu-buru karena ada urusan mendadak. "Saya lupa dan tak yakin bakal ada razia seperti ini," katanya, kepada Riau Pos, di lokasi.

Saat ditanya petugas untuk memilih sanksi sosial atau denda, Kurnia lebih memilih bayar denda sebesar Rp250 ribu ketimbang opsi yang ditawarkan yaitu sanksi sosial dengan melakukan kegiatan membersihkan kawasan tersebut.

Tak lama operasi razia masker tersebut digelar, sudah banyak masyarakat yang terjaring tidak memakai masker. Pantauan dilapangan, para pelanggar ini dominan dari pengendara roda dua yang melintas.

Sebelumnya, razia yang digelar di dua lokasi, depan STC Pekanbaru dan depan Sudirman Square dipimpin langsung oleh Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus MT. Dilokasi juga turut hadir Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya.

Penerapan sanksi yang diterapkan ini mengacu pada Perwako Pekanbaru Nomor 130/2020 yang ditandatangani Wako Pekanbaru Kamis (30/7) lalu.

Dalam Perwako ini diatur denda antara Rp250 ribu hingga Rp1 juta. Secara sederhana, denda dapat dihindari dengan terus menggunakan masker jika keluar rumah dan menerapkan jaga jarak (physical distancing).

Laporan: Panji A Syuhada

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

51 menit ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

5 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

5 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

20 jam ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

20 jam ago