Categories: Pekanbaru

Bapak Asuh Bantu 165 Anak Penderita Tengkes

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Melalui progran Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BASS), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan bantuan program penanggulangan stunting atau tengkes kepada 165 anak yang berisiko terhadap gangguan pertumbuhan.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru M Amin saat ini program BAAS untuk penanganan anak stunting kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Bahkan dalam menjalankan program BAAS ini, Pemko Pekanbaru juga melibatkan pihak swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga dapat membantu masyarakat terutama yang kurang mampu dalam pemenuhan gizi anak.

Sementara itu yang menjadi Bapak Asuh dalam penanganan stunting ini adalah Penjabat (Pj) Walikota beserta Sekda dan Asisten, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan camat.

”Program BAAS ini kita lanjutkan ditahun ini. Sekarang SKnya juga sudah ditandatangani dalam bulan ini disampaikan kepada OPD yang menjadi bapak asuh, termasuk juga pihak ketiga,” katanya.

Lanjut Amin lagi, program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Program BAAS ini diberikan kepada mereka yang memang kurang mampu dan bukan stunting karena pola asuh.

Apalagi berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru pada Maret lalu, dari 221 anak yang stunting, 165 di antaranya perlu pendampingan dari BAAS.

Selain itu, program BAAS ini berlangsung selama 6 bulan. Dimana masing-masing bapak asuh setiap bulannya akan membelikan  asupan gizi lainnya untuk membantu tumbuh kembang anak. Sedangkan jika dinominalkan bantuan yang diterima oleh anak dalam program Baas ini berkisar Rp600 ribu per bulannya yang akan dibelikan makanan pendamping gizi yang sesuai dengan usia anak.

”Jumlahnya tahun ini ada peningkatan. Kalau bapak asuhnya mau lebih juga tidak apa-apa, karena yang memberikan keperluan gizi si anak adalah bapak asuhnya langsung. Jadi kita berikan mereka panduannya,” katanya.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

18 jam ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

18 jam ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

19 jam ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

19 jam ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

19 jam ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

2 hari ago