Categories: Pekanbaru

Soal Pengungsi, Pemko Diminta Tegas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Anggota DPRD Kota Pekanbaru Ruslan Tarigan menyoroti keberadaan tenda-tenda yang didirikan dan ditinggali pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru. Selain merusak pemandangan, keberadaan mereka di pinggir jalan juga menyimpan risiko. Baik bagi diri mereka sendiri maupun risiko konflik dengan masyarakat.

Pantauan Riau Pos sepekan terakhir, tenda yang yang berada di belakang Kompleks Bandar Serai atau Purna MTQ di Jalan Datuk Wan Abdul Jamal itu mirip gubuk-gubuk orang terlantar.

Ruslan meminta, daripara pengungsi Rohingya tetap berada di tepi jalan seperti itu, lebih baik mereka dipulangkan kembali ke negara asalnya. ”Kami minta pemerintah untuk menindaklanjuti, bila perlu kembalikan ke negaranya,” kata Ruslan.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan Indonesia berhak memulangkan pengungsi Rohingya. Sikap tersebut menurutnya tidak akan melanggar hukum.

”Kita tidak ada tanda tangan MoU kesepakatan untuk menerima mereka. Lagian di negeri kita ini masih banyak orang-orang yang susah. Pemerintah harus tegas supaya tidak terjadi konflik sosial,” tegasnya.

Ruslan meminta pemerintah tidak hanya anya menunggu-menunggu perintah dari pusat saja. Dirinya berharap pihak berwenang mengusut siapa oknum yang membawa mereka secara ilegal ke Pekanbaru.

”Katanya mau ke Malaysia dan numpang transit, itu alasan mereka saja. Saya kira ada orang-orang yang bermain dibalik ini. Untuk itu kita minta aparat kepolisian untuk tuntas persoalan ini dan tangkap pelakunya,” tutup Ruslan.

Sebelumnya, Kepala Kesbangpol Kota Pekanbaru Syoffaizal mengatakan bahwa sampai saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru masih mencari solusi terbaik untuk mengatasi para  pengungsi Rohingya yang datang secara ilegal ke Kota Pekanbaru.

Ia membantah Pemko Pekanbaru melakukan pembiaran terhadap keberadaan etnis Rohingya di kawasan itu, dan mengklaim proses penanganannya sedang berjalan untuk mencari lokasi penampungan sementara bagi warga etnis Rohingya.

Apalagi, para pengungsi Rohingya ini datang ke Kota Pekanbaru jumlahnya terus bertambah, namun saat ini community house sudah penuh.

”Mereka datang secara ilegal, mereka tidak datang melalui kanal Penanganan Pengungsi Luar Negeri, sehingga kita tidak lakukan persiapan,” katanya.

Dirinya mengaku dengan kondisi itu tentu pemerintah kota tidak siap menerima para warga etnis Rohingya lantaran datang secara ilegal.

Awalnya jumlah warga etnis Rohingya yang berada di sana cuma 55 orang saja. Jumlahnya bertambah karena ada yang keluar dari Rudenim Pekanbaru.

”Jadi memang belum ada tempat. Kedatangannya juga sporadis sehingga kita tidak siap menerima kedatangan mereka,” ujarnya.(yls)

Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Kota

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

26 menit ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

39 menit ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

55 menit ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago