Categories: Pekanbaru

Perayaan Imlek Digelar Sederhana

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Detik-detik perayaan pergantian tahun baru Imlek 2575 Kongzii hanya dilakukan secara sederhana. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang dirayakan secara meriah.

Pantauan Riau Pos, Jumat (9/2) tak ada perayaan yang dipersiapkan di kawasan Pecinan Kota Pekanbaru, Jalan Karet, Kecamatan Senapelan seperti yang dilakukan setiap tahunnya.

Hanya ada sejumlah lampion berwarna merah dan berornamenkan nuansa khas Imlek dengan hiasan shio Naga yang tepat jatuh pada tahun 2024 ini.

Menurut Ketua Panitia Imlek Bersama Tahun 2024, Romo Toni Tatanasurya menjelaskan, perayaan detik-detik Imlek seperti bazar Imlek, panggung hiburan, detik-detik penyambutan Tahun Baru Imlek 2575 di Jalan Karet tahun ini tidak dilakukan lantaran perayaan Imlek berdampingan dengan tahun politik.

Hal ini membuat seluruh Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek Bersama yang terdiri dari berbagai Ormas Tionghoa, Lembaga Keagamaan, dan Lembaga Pendidikan, mengimbau agar Tahun Baru Imlek 2575 Kongzii sepakat untuk merayakan Imlek dengan sederhana tanpa mengurangi maknanya.

Selain itu, dalam perayaan Imlek tahun Naga Kayu ini pihaknya banyak mengadakan kegiatan sosial dengan berbagi kepada masyarakat, baik masyarakat yang terdampak banjir maupun masyarakat Tionghoa yang prasejahtera, sehingga dalam perayaan Imlek tahun Naga Kayu ini mereka bisa merasakan sukacita dan kebahagiaan.

Meksipun begitu, lanjut Tony, untuk pemasangan lampion di kawasan Pecinan tetap dilakukan. Di mana saat ini ada sebanyak 551 lampion berwarna merah yang sudah terpasang di kawasan pariwisata di Kota Pekanbaru itu.

“Lampion jumlahnya sama dengan tahun lalu 551, tapi memang untuk acara yang dipusatkan di Jalan Karet memang tidak kita lakukan tahun ini,”jelasnya.

Dirinya berharap dalam Imlek tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Baik dalam bidang perekonomian dan politik bisa lebih stabil, sehingga usaha kreatif bisa lebih menonjol, sesuai dengan tahun Naga saat ini yang merupakan simbol kekuatan, gagah, perkasa, dan memiliki jiwa berjuang keras, sedangkan unsur kayu memiliki simbol pertumbuhan atau regenerasi.

“Kalau semuanya berjalan lancar, kegiatan baru dilaksanakan lagi pada saat Cap Go Meh,” kata Romo Toni.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

GPM HUT TNI AU Disambut Antusias, Warga Berburu Sembako Murah

Warga Pekanbaru antusias berburu sembako murah di GPM HUT TNI AU ke-80. Ribuan paket bantuan…

6 jam ago

Lansia Bakar Ban di Tengah Kota Pekanbaru, Protes Tak Terima Bansos Sejak 2019

Seorang lansia di Pekanbaru bakar ban di Jalan Sudirman sebagai protes tak lagi menerima bansos…

7 jam ago

Hujan Sebentar, Jalan Langsung Tergenang! Drainase Pekanbaru Jadi Sorotan

Hujan kembali picu banjir di Pekanbaru. DPRD desak perbaikan drainase menyeluruh usai insiden warga terseret…

7 jam ago

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 Dimulai, 110 Pelajar Adu Fisik, Mental, dan Karakter

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 resmi dimulai dengan 110 peserta. Penilaian meliputi fisik, mental, dan karakter…

10 jam ago

187 Jemaah Kuansing Siap ke Tanah Suci, Ini Lokasi Hotel Dekat Masjid Nabawi

Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…

1 hari ago

Dari Demo ke Penggerebekan, Dugaan Peredaran Narkoba di Panipahan Terkuak

Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…

1 hari ago