Categories: Pekanbaru

Tak Beri Layanan Terbaik, Kapuskesmas Bakal Diganti

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bertekad memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada warganya. Seluruh puskemas diwajibkan menyukseskan jalannya program kesehatan tersebut. Bagi puskesmas yang tidak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kepala puskemas (kapuskesmas) bakal diganti.

Hal ini ditekankan Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru Muflihun SSTP MAP, Selasa (9/1). Ia menjelaskan, saat ini pemko telah memiliki dua program prioritas di bidang kesehatan. Yakni doctor on call, di mana warga bisa menghubungi puskesmas terdekat jika tak mampu datang langsung ke puskesmas dan program berobat gratis melalyi Jaminan Kesehatan Pekabaru Bertuah (JKPB).

”Kalau ada warga sakit, tidak ada kendaraan, atau tinggal sendiri, tidak ada yang bisa membawa ke fasilitas kesehatan, sekarang warga cukup telepon puskesmas terdekat,” sebutnya.

Pj Wako juga menegaskan, jika masyarakat yang berobat di puskesmas menemukan pelayanan yang diberikan oleh puskesmas tidak baik, maka masyarakat dapat melaporkan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.

”Kalau puskesmasnya tidak mau melayani, laporkan ke saya langsung. Saya ganti kepalanya puskesmas,” tegasnya.

Dijelaskan Muflihun lagi, program kesehatan perioritas kedua adalah program JKPB melalui Universal Health Coverage (UHC), warga bisa mengakses pelayanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan cukup dengan menunjukkan KTP.

Apalagi keberadaan  pelayanan kesehatan ini memang disiapkan betul-betul untuk bisa dirasakan manfaatnya oleh warga, karena kesehatan merupakan salah satu pelayanan dasar yang harus dipenuhi pemerintah.

Itu sebabnya Muflihun meminta kepada  seluruh camat, lurah dan RT/RW le­bih masif mensosialisasikan kepada warga di lingkungan kerja masing-masing.

”Kami minta semua camat dan lurah turun langsung mengecek pelayanan kesehatan di puskesmas. Karena rugi kita, anggaran sudah ada di APBD, tapi tidak dinikmati masyarakat,” katanya.(yls)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, PEKANBARU

Redaksi

Recent Posts

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

1 jam ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

2 jam ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

2 jam ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

2 jam ago

SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…

3 jam ago

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…

3 jam ago