Categories: Pekanbaru

Pemprov Diminta Tata Ulang RSUD

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 telah selesai disahkan. Meski begitu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau masih menyisakan sejumlah catatan untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Salah satunya mengenai penataan rumah sakit umum daerah (RSUD) milik pemprov. Catatan itu disampaikan Anggota Komisi V DPRD Riau Ade Hartati kepada Riau Pos, Ahad (8/12).

Ia menjelaskan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Riau yang disusun secara teknokratik, menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

"Oleh karena itu, kami berharap bahwa pembangunan SDM juga bertitik tolak pada pembangunan bidang kesehatan. Salah satunya dengan memberikan pelayanan kesehatan yang mudah di akses masyarakat dan pelayanan yang memenuhi standar pelayanan minimal," ujar Ade.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menuturkan, salah satu penataan yang ja maksud adalah dengan menjadikan RS pemerintah menjadi tumpuan utama bagi masyarakat. Dijabarkannya, Provinsi Riau memiliki 3 RS yang berada di satu wilayah, yakni Kota Pekanbaru.  RSUD Arifin Achmad, RS Petala Bumi dan RSJ Tampan.

"Pemerintah, harus fokus untuk menata 3 RS tersebut. Agar RS ketiga rumah sakit tersebut dapat memberi solusi bagi permasalahan kesehatan," terangnya.

Lebih jauh disampaikan dia, pemerintah harus berupaya menjadikan RSUD Arifin Achmad menjadi RS utama di Provinsi Riau. Agar beban RSUD AA terbagi, maka RS Petala Bumi harus dijadikan RS dengan spesifikasi atau keunggulan dalam satu bidang. Misal RS khusus ibu dan anak, RS khusus stroke seperti di Bukittinggi, Sunatera Barat hingga RS khusus jantung. Sehingga permasalahan kesehatan tidak lagi menumpuk di RS AA . 

"Hal tersebut, bisa dilakukan jika RPJMD yang disusun secara teknokratik tersebut dijalankan dengan target dan sasaran yang betul-betul terukur dan jelas arahnya," ujar Ade.

Menurut dia, RSUD AA dalam 5 tahun terakhir sudah terus berbenah. Baik dari sisi sarana prasarana maupun manajemen di dalam. Hal itu tentu tidak bisa berjalan sendiri dan butuh dukungan Pemerintah Provinsi. Sedangkan RS Petala Bumi, harus dilihat dari data jumlah frekuensi keluhan dan tingkat kesakitannya.

Dirinya berjanji akan terus mendorong pemrprov agar bisa melakukan penataan sesuai dengan kebutuhan dan pelayanan untuk masyarakat.(nda)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

14 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

14 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

20 jam ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

20 jam ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

23 jam ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago