Categories: Pekanbaru

LAMR Ajak Jaga Kamtibmas dan Tolak Radikalisme

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berangkat dari persoalan yang terjadi saat ini di tanah air, termasuk  di  Riau, menyoal isu provokasi dan politik identitas serta mudahnya hoaks dipercaya masyarakat hingga berdampak buruk bagi kelangsungan hidup bermasyarakat.

Maka, Lembaga Adat Melayu Riau  (LAMR) juga bersama sejumlah ormas yang dihadiri pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau, Ketua Persatuan Tionghoa Indonesia (PITI) Riau yang juga merupakan Ketua Harian Persatuan Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Jailani Tan, Ketua Bidang Infokom DPP IKJR, H Widodo SH, Ketua IWKR Drs Eva Firman MH, Polisi Adat LAM Riau Syafrizal.

Mereka menggelar deklarasi dan mengajak masyarakat di Bumi Lancang Kuning, untuk ikut menjaga situasi kondusif. Terutama menjaga suasana Kamtibmas, situasi yang selalu aman dan harmonis di Riau, serta menolak radikalisme.

Mewakili ormas yang hadir, Sekjen LAM Riau H Nasir Penyalai SH, mengatakan, dalam diskusi bersama tokoh lintas agama dan lintas ormas tadi, Sabtu (7/12) di Pekanbaru. Mengatakan, masyarakat Riau kental dengan adat Melayu dan saling menghormati antar sesama, diharapkan tidak terpancing oleh isu-isu provokatif yang datang.

"Kami di sini bersinergi dalam menyikapi fenomena yang terjadi di negara kita, khususnya Riau. Kita mengajak untuk terus menjaga keharmonisan dan keharmonisan, ketentraman dan hidup bersama," kata Nasir Penyalai di sela-sela diskusi.

Pihaknya juga mengajak untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan, dalam bingkai Kebhinekaan dari NKRI. "Kami juga mengajak untuk selalu menja­ga keamanan, ketertiban masya­rakat (Kamtibmas), dengan mewujudkan kedisiplinan dan taat terhadap aturan hukum dan undang-undang yang berlaku," sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan orang-orang Melayu, masyarakat yang senantiasa membuka diri dan membaur dengan elemen mana pun. Bahkan bukti sejarah, bagaimana hubungan Gajah Mada dengan Hangtuah. Me­reka begitu bersinergi meski berbeda kerajaan saat itu.

Disebutkannya, apa kata Hangtuah kepada Gajah Mada kala itu, kalau roboh Kota Malaka, papan di Jawa saya dirikan. Tumbuh bagai dikata, nyawa dan badan saya berikan.

"Artinya, sepenanggungan dan senasib antara dua bangsa antara kerajaan Majapahit dan Melayu. Kenapa tidak kita ikuti sekarang ini, dengan kenyamanan masyarakat yang hiruk-pikuk yang terganggu dengan kepentingan sesaat," paparnya.

Datok Nasir juga mengajak semua elemen untuk bercermin diri, untuk meninggalkan hal-hal kecil yang jadi perseteruan. Jangan persoalan etnis jadi masalah besar. Yang harus diperjuangkan sekarang, bertekad bisa membangun ekonomi, infrastruktur, adat istiadat dan kearifan lokal, yang harus dijaga bersama.

"Makanya kami di Lembaga Adat ini melalui FPK, melalui etnis Melayu, Tionghoa, Jawa, Batak, Bugis dan lainnya tidak ada persoalan. Yang menjadi persoalan saat ini adalah ekonomi. Bagaimana jalan parit tersumbat kita lancarkan, untuk itu, kita menolak semua kepentingan Identitas dan kepentingan sesaat, kita buang. Maka kita perlu kita ciptakan keharmonisan, kenyamanan sehingga negara kita disegani oleh negara lain. Mari kita tolak hoax, jangan kita kembangkan hoax," pintanya.

Lebih dari itu, Lembaga Adat juga mengajak masyarakat, untuk menolak segala bentuk tindakan radikalisme, yang mengatasnamakan agama. Karena tindakan tersebut merupakan kesalahan individu, bahkan agama manapun tidak membenarkan tindakan radikalisme tersebut.

Perlu digarisbawahi, bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat, memilih Riau menjadi rujukan bahwa budaya Melayu itu adalah budaya yang merangkul dan menciptakan suasana kondusif.

Karena itu, mari sama-sama maju di Riau, dari suku mana pun. Bahwa masyarakat di Riau tak risaukan hiruk-pikuk yang sempat terjadi, karena masyarakat Riau adalah cinta NKRI. Hal ini sesuai pula dengan bait di gurindam dua belas Raja Ali Haji sebagai bapak bahasa dan ada tunjuk ajar dari Tennas Effendi sebagai bapak Adat.

"Jangan kita berseteru sesama sebangsa. kami mengajak dan menolak semua yang berkepentingan memecah belah umat, pemahaman radikalisme dan sukuisme. Lebih dari itu, kami mengajak segenap masyarakat, untuk selalu bersinergi dengan pemerintah, TNI, Polri, untuk mewujudkan visi misi pembangunan yang merata, dan selalu menyelesaikan permasalahan dengan cara kebersamaan. Sehingga tercipta solusi yang baik dan bermanfaat untuk semua masyarakat," katanya berharap.

Dalam kesempatan itu, Nasir Penyalai juga berharap kepada aparat hukum, agar bekerja sesuai aturan hukum yang ada. "Jangan ada tebang pilih, tapi pilih lah untuk ditebang," tutupnya.(gus)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

APBD Rohul 2025 Terserap 92,87 Persen, Pemkab Kembali Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…

2 menit ago

Dari Semak Belukar Jadi Kebun Herbal, Mahasiswa FK Unri Hadirkan Program Lentera TOGA

Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…

11 menit ago

Tak Lolos SMAN/SMKN? Disdik Riau Siapkan 2.179 Kursi Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…

32 menit ago

Pemko Pekanbaru Kejar Target, Perbaikan Jalan Rusak Tahun Ini Ditargetkan Tembus Lebih dari 42 Km

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…

47 menit ago

Buron 3 Tahun, DPO Kasus 15 Kg Sabu di Bengkalis Akhirnya Ditangkap Polisi

Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…

5 jam ago

Idris Resmi Dilantik Jadi Anggota PAW DPRD Kampar, Gantikan Irwan Saputra

DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…

5 jam ago