Agung Nugroho
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kasus campak di Kota Pekanbaru terus meningkat. Hingga pertengahan Oktober 2025, tercatat ada 627 dugaan kasus campak, dengan 90 di antaranya telah terkonfirmasi positif. Ironisnya, satu anak dilaporkan meninggal akibat penyakit tersebut.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengimbau seluruh orang tua agar segera membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi campak. “Kami mengimbau orang tua agar tidak menunda imunisasi. Campak bisa menular dan menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia dan radang otak,” ujarnya belum lama ini.
Agung menegaskan bahwa imunisasi campak tersedia tidak hanya di posyandu, tetapi juga di puskesmas serta sekolah-sekolah yang dijangkau oleh petugas kesehatan. “Imunisasi ini aman, gratis, dan sangat penting untuk melindungi anak-anak kita dari ancaman campak,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menuturkan bahwa imunisasi bukan hanya melindungi anak, tetapi juga lingkungan sekitar dari potensi penularan. “Masyarakat bisa datang ke salah satu dari 21 puskesmas di Kota Pekanbaru untuk mendapatkan imunisasi campak secara gratis,” jelasnya.
Ia mengingatkan kembali para orang tua agar melengkapi imunisasi anak-anak mereka. “Imunisasi merupakan satu-satunya cara efektif untuk mencegah penularan campak,” tegas Hazli.(ilo)
Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…
Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…
Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…
PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…
Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…
Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…