Categories: Pekanbaru

Gandeng DLHK Pekanbaru, PLN Sulap Sampah Jadi Bahan Baku PLTU

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIKSBU) melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terkait pengelolaan sampah menjadi Bahan Baku Jumputan Padat (BBJP) untuk Co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Penandatanganan PKS ini dilaksanakan di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru, Senin (6/6), bersamaan dengan kegiatan Apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2022 Kota Pekanbaru.

Kegiatan ini dihadiri Senior Manager (SRM) Komunikasi, Keuangan, dan Umum (KKU) PLN UIKSBU Dadang Hardiana beserta jajaran, serta Kepala DLHK Kota Pekanbaru Hendra Afriadi beserta jajaran. Penandatanganan ini sendiri disaksikan secara langsung oleh Penjabat Wali Kota Pekanbaru Muflihun S STP MAP dan unsur Forkopimda lainnya.

Dalam keterangannya, SRM KKU menyatakan bahwa BBJP ini nantinya akan digunakan untuk co-firing di PLTU Tenayan. "Pengelolaan sampah menjadi BBJP ini menjadi salah satu program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) unggulan PLN. Penggunaan BBJP untuk Co-firing ini sendiri merupakan salah satu langkah PLN dalam percepatan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT)," ungkap Dadang.

Ia menuturkan, PLN menetapkan target 23 persen penggunaan Energi Baru Terbarukan hingga tahun 2025. Program ini sendiri juga menjadi upaya PLN untuk mendukung program Presiden Joko Widodo dalam forum G20 yang akan dilaksanakan pada 30-31 Oktober 2022 mendatang. "Dalam pengelolaan sampah menjadi BBJP ini, sampah akan dipilah dan diurai untuk kemudian diproses menjadi Bahan Baku Jumputan Padat, dimana hasilnya akan digunakan sebagai bahan campuran batu bara yang akan digunakan di PLTU Tenayan Raya," tutur Dadang.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru menggarisbawahi, sinergi ini demi kepentingan bersama. "Kerja sama ini juga merupakan upaya dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang selama ini dihadapi warga Pekanbaru," terangnya.

Lebih lanjut, DLHK dan PLN menetapkan lokasi BBJP Plant ini  di TPA Muara Fajar 2 Pekanbaru. Ia mengungkapkan, lokasi pengelolaan sampah ini diarahkan di TPA Muara Fajar 2 karena pasokan yang cukup besar yakni 680 ton per hari.

Melalui PKS ini, kedua pi­hak berharap terjalin sinergi yang saling menguntungkan. Dimana Pemerintah Kota Pekanbaru mendapatkan solusi atas permasalahan sampah, sementara PLN memperoleh energi baru terbarukan yang belakangan ini gencar dikampanyekan peme­rintah.(adv/anf)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

1 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

2 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

2 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

2 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

2 hari ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

2 hari ago