Categories: Pekanbaru

Bantu Tunanetra, Pewarta Foto Indonesia Berbagi di Masa Pandemi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pekanbaru bekerja sama dengan XL Axiata menggelar bakti sosial untuk membantu penyandang tunanetra di Kota Pekanbaru, Jumat (8/5/2020). Kegiatan berbagi di masa pandemi Covid-19 ini berlangsung serentak di tiga kota di Sumatera. 

“Ada sebanyak 65 kepala keluarga yang kami bantu, mereka adalah tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia Kota Pekanbaru. Pada saat yang sama, kegiatan serupa juga digelar di Medan dan Palembang. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi mereka yang hidupnya makin susah akibat wabah Covid-19, ” ungkap Ketua PFI Pekanbaru, FB Rian Anggoro. 

Puluhan paket sembako yang diberikan di Pekanbaru terdiri dari beras, gula pasir dan minyak goreng. Pemberian bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan beban hidup para tunanetra yang kini kesulitan bekerja saat merebaknya wabah Covid-19. 

PFI Pekanbaru berterima kasih kepada XL Axiata yang ikut berkolaborasi dalam acara tersebut. Kegiatan bakti sosial bareng perusahaan operator telekomunikasi ini digelar serentak di tiga kota di Sumatera, yakni Kota Medan dan Palembang dan PFI Kota Pekanbaru. 

“Wabah ini Insha Allah bisa kita lalui apabila kita saling membantu sesama. Semua orang pasti terkena dampak wabah ini, tapi ada yang lebih kurang beruntung yaitu para penyandang disabilitas. Tidak mudah bagi mereka pada saat sekarang ini mencari penghasilan, dan kita yang lebih beruntung harus membantu mereka,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Pekanbaru, Suparman sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan PFI Pekanbaru dan XL Axiata. Ia mengungkapkan bahwa anggotanya makin sulit mendapat pendapatan selama wabah Covid-19 meliputi wilayah ibu kota Provinsi Riau.

Menurut dia, Pertuni Kota Pekanbaru beranggotakan 65 kepala keluarga, sebagian besar bekerja sebagai tukang pijat, ada pula yang menjadi pengamen. “Mayoritas anggota kita berprofesi sebagai tukang pijat. Sekarang hampir tidak ada orang yang mau pijat lagi,” katanya.

Ia menuturkan, usaha layanan pijat sepi pelanggan sejak wabah COVID-19 masuk ke Pekanbaru. Langganan layanan pijat Suparman pun terus berkurang semasa wabah. “Bulan Januari saya bisa dapat panggilan 80 orang, bulan Februari turun jadi 60 orang, bulan April turun tinggal 15 orang, dan bulan Mei ini baru satu orang,” katanya.

Laporan : Bayu Saputra (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra


Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

21 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago