Categories: Pekanbaru

Pj Wako Kaji Ulang Kerja Sama Pihak Ketiga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Layanan pengang­kutan sampah di bawah tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru disorot. Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pekanbaru Muflihun mengaku akan melakukan kajian terhadap sistem yang dipakai saat ini yang melibatkan pihak ketiga.

"Ini kami dalami juga. Bahkan saya kemarin berdialog dengan kabupaten/kota, mereka pakai sistem pihak ketiga, tanpa APBD. Ini perlu dipelajari. Sementara uang Rp60 miliar terbuang untuk sampah, sampah berserakan. Ini kami coba kaji," kata Muflihun kepada Riau Pos, Selasa (7/6).

Pj Wako mengaku telah mengetahui adanya tunggakan pembayaran dari DLHK kepada pihak ketiga sebanyak empat bulan. Dengan rincian, tiga bulan di tahun 2021 dan satu bulan di tahun 2022. Hal ini pula yang menjadi pertimbangan Pj Wako mengkaji lebih dalam soal sistem pengangkutan sampah dengan pihak ketiga.

Untuk menyelesaikan persoalan sampah ini, Muflihun menyebut telah berkoordinasi dengan forkopimda untuk penanganan sampah. Dirinya meminta bantuan semua pihak untuk menuntaskan permasalahan sampah.

"Oleh karena itu, kita sama-sama mengajak masyarakat lainnya RT, lurah, camat, sama-sama kita sepakati jadwal pembuangan, di mana lokusnya, kalau kita sepakat pasti bisa Pekanbaru bebas sampah," kata dia.

Menurutnya, kedua operator angkutan sampah harus meningkatkan kinerja dalam pengangkutan sampah. Kedua operator tersebut yakni PT. Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT.Samhana Indah (SHI). "Kami segera panggil pihak ketiga, untuk meningkatkan sinergi dalam pengangkutan sampah," imbuhnya.

Ia menilai, bahwa satu kendala dalam pengangkutan sampah yakni banyaknya angkutan sampah mandiri. Mereka mengangkut sampah tanpa koordinasi dengan kedua operator.

Muflihun menyebut bahwa angkutan mandiri mengangkut sampah pemukiman karena angkutan sampah mitra pemerintah kota belum menjangkau pemukiman. Ia menyebut bahwa angkutan sampah mandiri diduga membuang sembarangan sampah yang sudah diangkut.

Akibatnya banyak sampah menumpuk di sejumlah ruas jalan. Mereka menumpuknya di areal kosong atau pinggir ruas jalan.

"Mobil perusahaan tidak menjemput ke lokasi, apalagi jam penjemputan tidak ada. Maka kita coba tune-kan antara pihak ketiga dan angkutan sampah mandiri," tegasnya.

Muflihun sudah membahas permasalahan ini beberapa tahap dari camat dan lurah ke RT dan RW. DLHK Kota Pekanbaru nantinya harus koordinasi dengan semua pihak di wilayah kecamatan dan kelurahan.

"Pengawasan pun masih kurang, dalam kontrak kita lihat camat dan lurah tidak ada tanggung jawab terhadap sampah, maka kembali kita bahas agar camat dan lurah bisa bekerja sama," urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, urusan sampah yang menumpuk di beberapa lokasi di Pekanbaru kini memang jadi sorotan. Bahkan, Pj Wako Pekanbaru sampah harus merangkul unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan elemen masyarakat di Pekanbaru melalui pencanangan Pekanbaru Bebas Sampah untuk bersama menanggulangi sampah di ibukota Provinsi Riau ini, Senin (6/6).(ali)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

1 hari ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

1 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

2 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

3 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

4 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

4 hari ago